Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Anjing Liar Lukai 26 Ekor Kambinng

anjingLICIN – Serangan anjing liar di Kecamatan Licin terus meluas. Sebelumnya, anjing liar ha nya ada di dua desa, yakni Desa Segobang dan Tamansari. Namun, minggu ini populasi anjing liar itu meluas hingga Desa Licin dan Desa Jelun. Tidak sekadar persebarannya bertambah luas, jumlah ternak yang menjadi korban serangan anjing liar itu juga bertambah. Pekan lalu jumlah korban serangan anjing liar itu hanya 20 ekor kambing.

Namun, sepekan terakhir, korban bertambah menjadi 26 ekor kambing. “Terakhir tadi malam (kemarin malam, Red) seekor kambing milik warga diserang an jing liar, tapi tidak sampai mati. Hanya luka-luka,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Camat Licin, Muhammad Lutfi , kemarin (24/9). Anjing liar itu, kata Lutfi , saat ini benar-benar meresahkan warga Licin. Tim yang dibentuk pihak kecamatan terus meningkatkan upaya pen carian anjing liar itu.

Namun, saat dilakukan pen carian, anjing liar itu tidak ditemukan. “Saat kami patroli bersama muspika sempat bertemu dengan anjing liar itu. Tetapi, saat akan di tembak, anjing itu menghilang,” jelas Lutfi . Anjing liar yang sedang diburu warga itu biasa nya pada siang hari menghilang Pekan lalu kawanan anjing liar terlihat berkeliaran di siang hari. Namun, sejak tim kecamatan dan warga aktif melakukan perburuan, kawanan anjing liar itu menghilang.

Kawanan anjing itu hanya muncul pada malam hari. Di malam hari binatang tersebut menyatroni kandang-kandang ternak milik warga. “Ternak kambing milik anggota Polsek Licin pun tidak luput dari serangan anjing liar. Padahal kandangnya sudah cukup tinggi, tapi tetap bisa dijangkau,” kata Lutfi . Walau serangan anjing liar itu mereda di siang hari, lanjut Lutfi , tim kecamatan akan tetap melakukan perburuan.

Ke pada warga yang memiliki anjing peliharaan, camat meminta anjing tersebut diikat dan dimasukkan kandang. Se bab, beberapa hari lalu tim ke ca matan salah sasaran. Anjing yang ditembak ternyata bukan anjing liar melainkan anjing milik warga. “Malam Minggu lalu kita melibatkan anggota Perbakin Banyuwangi untuk memburu anjing liar itu,” katanya. Hingga kini tim kecamatan belum menemukan jejak pembuang anjing liar itu.

Warga Desa Segobang pernah melihat orang menurunkan beberapa anjing dari pikap tertutup. Setelah menurunkan puluhan anjing itu, pikap itu langsung balik ke arah Banyuwangi. “Pi kap pengangkut anjing liar itu berpelat nomor luar daerah. Kita khawatir anjing liar itu mengidap penyakit rabies dan sengaja dibuang ke Banyuwangi,” kata mantan Plt Kabag Humas pada era Bupati Ratna Ani Lestari itu.

Sejak serangan anjing liar merebak, warga banyak yang memilih tidak tidur di malam hari. Serangan anjing itu menyebabkan warga  emas terhadap keselamatan ternak mereka. “Kita akan kumpulkan para peternak agar tidak panik dan berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah anjing liar itu,” tambah Lutfi .

BEREDAR ISU BINATANG ANEH

SEMENTARA itu, keresahan warga Kecamatan Licin, Banyuwangi, semakin bertambah seiring beredarnya isu binatang aneh di kawasan tersebut. Selain serangan kawanan anjing liar, ter nak kambing warga juga diduga diserang binatang lain. Menurut Sugeng, warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, ternak kambingnya diserang binatang aneh Senin malam lalu (23/9). Binatang itu memiliki wajah mirip kera, tapi badannya se perti celeng (babi hutan). “Tapi, saat dikejar, jalannya seperti kera,” jelas Sugeng.

Binatang aneh itu, kata Sugeng, sempat melukai kambing miliknya. Namun, serangan itu tidak sampai menyebabkan kambingnya mati. Pada Senin malam warga yang sedang ronda di Pos Kamling dikejutkan suara kambing yang mengembik kesakitan. Saat itu, warga ramai-ramai mendatangi kan dang kambing milik Sugeng itu. Sampai di kandang, warga juga dikagetkan dengan binatang aneh tersebut. Saat itu juga beberapa warga langsung mengejar binatang aneh itu, tapi tidak berhasil menangkapnya.

Pada siang hari, Sugeng langsung lapor kepada Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi, tentang kejadian malam itu. Kedatangan Sugeng dan beberapa warga itu, selain melaporkan kejadian aneh yang dialaminya, juga meminta izin membunuh binatang aneh itu kepada camat dan muspika. “Kalau diizinkan, saya bersama warga lain akan membunuh ramai-ramai binatang aneh itu,” tegas Sugeng. Atas permintaan warga itu, Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi, tidak berani memberikan izin. “Saya khawatir izin itu dimanfaatkan warga untuk melakukan tindakan anarkis,” tegas Lutfi . (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE