Asal Ada Uang, Hari Wijaya Siap Mundur

0
415

GENTENG – Kendala finansial masih membelit Persewangi. Sampai kemarin (6/1) belum ada investor yang berniat menaruh saham guna mengatasi problem pendanaan The Lasblang (Laskar Blambangan). Padahal, dana sangat dibutuhkan Persewangi demi mengarungi kompetisi Divisi Utama musim depan. Sebenarnya, ada beberapa pihak yang siap menggelontorkan dana besar untuk tim kebanggaan publik Banyuwangi itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun, dengan catatan Hari Wijaya harus mundur dari jabatan sebagai ketuaPersewangi. Menanggapi hal itu, Hari Wijaya pun angkat suara. Menurut dia, mundur bukan merupakan langkah tepat. ‘’Kalau ada orang yang mau ganti saya dan meminta saya mundur,silakan menemui saya sambil bawa uang,” tegasnya ditemui koran ini di sela-sela seleksi pemain di Stadion Maron, Genteng, kemarin.

Menurut dia, mengelola Persewangi tidak mudah. Mengelola Persewangi membutuhkanpengorbanan. ‘’Kalau sudah bawa uang, nanti akan saya ajak menemui Pak Nyala (La Nyala Mataliti, red). Saya nanti bilang, ini Pak ada yang mau ganti saya dengan uang sekian,” jlentrehnya. Sayang, dia enggan menyebutkan nominal uang yang bisa membuat dirinya mundur. Menurut dia, dana tersebut tergantung situasi. ‘’Tidak perlu disebutkan.

Nanti yang berminat silakan temui saya saja,” jawabnya. Bagaimana jika peminat itu adalah Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas? Dia menjawab diplomatis. ‘’Ya, memang prosedurnya seperti itu. Harus menemui saya,” terang pria asal Setail, KecamatanGenteng, itu. Dia tersenyum kecut saat menanggapi bahwa ada pihak-pihak yang menyatakan harus ada audit keluar-masuknya dana tentang Persewangi selama berkiprah di kasta kedua  Liga Indonesia musim lalu.

‘’Aneh. Itu kan duit-duit saya. Kenapa ada orang yang minta diaudit,” paparnya.  Persewangi, kata dia, sudah  cukup berprestasi di musim lalu. Setidaknya gaji pemain beres semua. Tidak ada yang menunggak seperti tim-tim lain. ‘’Bisa bertahan di Divisi Utama itu sudah berprestasi,” sebutnya. Meskipun hingga kini pendanaan belum jelas, manajemen tetap mempersiapkan tim jelang bergulirnya liga mulai 11 Februari mendatang. ‘’Bagaimanapun kita tetap optimistis menatap kompetisi nanti,” tegasnya. (radar)