Ayah Penabuh, Ibu Pelawak, Dua Anak Jadi Aktor

0
832

Hendro-Cahyono-(kanan)-dan-Joko-Prihatin-(dua-dari-kanan)-saat-beradegan-di-atas-pentas-pada-pagelaran-Damarwulan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PERAWAKANNYA kurus, rias di wajahnya cukup menyeramkan dengan balutan warna hitam dan merah. Kostum yang dikenakan berwarna merah, hitam, dan putih, membuat penampilannya tampak sangar. Gerak kedua tangan dan kakinya terlihat cukup lincah dan selaras dengan suara hentakan musik.

Sesekali aksi tarinya itu juga cukup kocak hingga mengundang gelak tawa penonton. Itulah karakter yang dimainkan Joko Prihatin dalam pementasan Janger sebagai Brawakan atau abangan dari Kerajaan Blambangan.

Berbeda dengan sang adik, Hendro Cahyono, justru terlihat lebih bersih. Dengan memerankan seorang prajurit di Kerajaan Majapahit yang biasa disebut Ijoan, rias wajah dan kostum yang dikenakan tampak rapi. Kedua kakak beradik  itu, setiap main bareng selalu bermusuhan.

“Darah seni mengalir dari orang tua,” cetus Joko  Prihatin alias Gatot. Kedua orang tua yang disebut itu, adalah Mariono, 60, dan Siti Nurjanah, 50. Keduanya, dikenal sebagai pemain janger yang telah lama malang melintang di dunia hiburan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last