BAB Lewat Selang dan Menangis Tiap Malam

0
2762
TEPI HUTAN: Rumah yang dihuni Saritem dan ibunya di Kecamatan Pesanggaran.

Warga Banyuwangi digemparkan dengan berita perkosaan terhadap balita pada 3 Maret 2012 lalu. Saritem (nama samaran) yang masih berusia empat tahun menjadi korban perkosaan sadis pria misterius di tengah hutan hingga kantung kemihnya lepas. Bagaimana kondisinya kini?
-ABDUL AZIZ, Pesanggaran-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SIANG itu sekitar pukul 12.30 kami memasuki Kampung Babatan, yang masuk wilayah Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kami sengaja datang ke sana karena ingin bertemu Saritem langsung, dan melihat kondisinya terkini setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Soetomo, Surabaya.

Sayang, belum sampai ke tempat tinggal bocah tersebut, saya sudah dikasih tahu Bu Kadus Pancer, Ny. Mudasar, bahwa sejak pulang dari Surabaya, Saritem tak lagi tinggal di Kampung Babatan. Dia kini tinggal di rumah neneknya, yang magersari di tepi hutan jati KRPH Kesilir Baru, Perhutani Banyuwangi Selatan, masuk Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Bila dari arah Kantor Kecamatan Pesanggaran, Dusun Silirbaru terletak sekitar 750 meter sebelum Dusun Pancer. Sehingga, saya harus balik lagi. Nah, untuk mencari rumah nenek Saritem bukan perkara sulit. Mayoritas masyarakat setempat ketika ditanya rumah bayi yang menjadi korban perkosaan, sudah paham.

Rumah sederhana berlantai tanah dan berdinding gedek tersebut berada di tepi hutan jati. Ketika wartawan koran ini datang, dua nenek dan seorang ibu menyambut di depan rumah. “Nggeh meriki griyane (Ya ini rumahnya. Maksudnya rumah yang ditempati Saritem, Red),” kata Rubiatun, 45, bibi korban dengan nada lirih.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last