Bagian Belakang Kepala Retak 10 Centimeter

  • Bagikan

BANYUWANGI – Misteri kerangka manusia yang ditemukan di sisi utara runway Bandara Blimbingsari, Desa Badean, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, mulai terbuka. Korban yang tinggal tulang belulang itu diduga meninggal karena benturan benda tumpul di kepala. Hasil pemeriksaan petugas medis dari Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan, tulang belulang yang di perkirakan sudah meninggal lebih dari se tahun itu hampir tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan.

“Semua tinggal tulang belulang,” cetus Kepala IKK RSUD Blambangan, dr. Solakhudin, kemarin (18/11). Berdasar pemeriksaan yang dilakukan IKK RSUD, jelas dia, yang diketahui ada ke lainan pada tulang-belulang itu hanya di bagian tengkorak. Tengkorak bagian belakang korban retak sepanjang sekitar 10 centimeter. “Tulang tengkorak bagian belakang retak,” sebutnya. Menurut Solakhudin, tengkorak bagian belakang itu retak akibat benturan benda tumpul.

Hanya, dia tidak bisa memastikan apakah korban meninggal karena benturan benda tumpul tersebut ataukah tidak. “Tulang lain tidak bisa terdeteksi. Jenazah nya sudah hancur,” katanya. Meski hanya mendeteksi tulang tengkorak, Solakhudin menyebut pemeriksaan yang dia lakukan berhasil mengungkap bahwa korban berkelamin laki-laki. Berdasar kerangkanya, tinggi badan korban berkisar 157 centimeter hingga 160 centimeter.”Usianya 30-an tahun,” je lasnya.

Mengenai pakaian korban yang bekas terbakar, Solakhudin mengaku tidak tahu. Bila ingin mengetahui apakah korban di bakar sebelum meninggal, itu bisa diketahui melalui pemeriksaan di laboratorium. “Untuk mengetahui apakah korban pernah dibakar, perlu di periksa karbon mono-oksida. Itu hanya bisa di laboratorium,” ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Kabat Iptu A. Imron yang menangani kasus penemuan kerangka manusia di utara Bandara Blimbingsari itu mengaku, pihaknya belum mendapat ke terangan resmi terkait pemeriksaan IKK RSUD Blam bangan.

“Saya sudah mendapat keterangan hasil pemeriksaan kerangka, tapi secara tertulis masih belum,” katanya. Kapolsek Imron mengakui, tengkorak bagian belakang retak akibat benturan benda tumpul. Tetapi, pihaknya belum berani menyebut kerangka itu korban penganiayaan. “Kita masih akan menyelidiki,” ujar nya. Menurut kapolsek, setelah penemuan kerangka di kawasan Bandara Blimbingsari, warga Desa Badean ada yang mengaku kehilangan anggota keluarganya.

Ciri-ciri warga yang hilang itu adalah laki-laki dan berusia sekitar 30 tahun. Itu hampir mirip dengan hasil pemeriksaan kerangka tersebut. “Cuma pakaiannya yang berbeda,” cetusnya. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga itu, kata Imron, menyebut anggota keluarganya itu saat meng hilang sepuluh bulan lalu memakai pakaian serba hitam. “Ke rangka ini pakaiannya Hansip (Linmas), pakai kaus, dan sarungan,” jelasnya. (radar)

Baca :
Berjalan Seberangi Jalan, Tewas Ditabrak Motor

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: