Balita Terbakar Spiritus

0
166

BANYUWANGI – Suara meriam paralon berbahan bakar spiritus tak hanya bikin resah warga. Kali ini bahan bakar spiritus untuk meriam paralon itu juga bikin celaka. Seperti yang dialami Aria Lintang, balita berumur empat tahun asal Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Wajah dan tubuh balita tersebut mengalami luka bakar cukup parah Selasa pekan lalu (24/6). Hingga kemarin (30/6), bocah tersebut masih dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Musibah itu terjadi lima hari menjelang puasa di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. Waktu itu, Aria bermain bersama beberapa anak di kampungnya. Mereka adalah Alfan, 13, Jodi, 8, Bagus, 9, dan Aria.Dari keempat anak tersebut, Aria merupakan yang paling kecil dan paling muda. Yang paling besar adalah Alfan yang tercatat sebagai siswa kelas dua SMP. Jodi masih kelas dua SD, dan Bagus kelas tiga SD.  

Loading...

Menurut ibunda Aria, Mulud, 45, di antara empat bocah yang sedang bermain itu ada yang membawa spiritus dan korek api. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Aria terbakar di beberapa bagian tubuhnya. Akibatnya, hampir seluruh muka Aria terkena luka bakar. Sebagian dada dan tangan balita itu juga terbakar. ‘’Untung anak saya masih kuat,’’ ujarnya. Mulud mengakui, tidak ada yang tahu secara persis kronologi terbakarnya Aria. Sebab, teman-teman bermain Aria belum ada yang buka mulut.

”Alfan yang paling besar sampai sekarang tidak berani keluar rumah. Anak-anak yang lain tidak ada yang mau mengaku,” ujar Mulud saat menunggui anaknya di RSUD Blambangan kemarin. Mulud menduga, wajah Aria terkena air spiritus yang diduga dibawa dari rumah temannya. ”Jelas karena spiritus itu. Apalagi ada yang bawa korek api,” ujarnya. Orang tua Aria yang mengetahui anaknya terbakar spiritus langsung dibawanya ke Puskesmas Rogojampi.  

”Dari Puskesmas, saya di suruh ke sini (RSUD Blambangan),” imbuh Mulud. Sementara itu, Aria masih dirawat di RSUD Blambangan hingga kemarin. Selama sepekan terakhir, Aria hanya bisa berbaring di rumah sakit pelat merah tersebut. Sesekali bocah tersebut menangis kesakitan. Karena luka bakar yang dialami Aria cukup serius, Mulud belum tahu persis kapan buah hatinya diizinkan pulang. (radar)

Loading...