Bangga Jadi Warga Banyuwangi, Diaspora Ingin Pulang Kampung

0
284

banggaBANYUWANGI – Setelah bertemu diaspora asal Banyuwangi dari berbagai daerah dan negara pada acara open house di Pendapa Shaba Swagata Blambangan, Bupati Abdullah Azwar Anas melanjutkan konsolidasi dengan diaspora yang tinggal di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi dan Cilegon (Jabodetabek) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas melakukan sharing dengan sekitar 500 diaspora sukses asal Banyuwangi di perantauan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak hanya bertemu diaspora Banyuwangi, Bupati Anas juga bertemu Banyuwangi Lovers (warga luar daerah yang peduli terhadap Banyuwangi). Diaspora Banyuwangi yang hadir dalam pertemuan itu, antara lain artis Nini Karlina dan Cahyono, Dirut PT. Telkom Indonesia Tbk Arief Yahya, pengusaha Budi Mranata, Asisten Kesra Sekda Pemprov DKI Jakarta Bambang Sugiono. Dari Banyuwangi Lovers ada Ketua Perbanas Sigit Purnomo. 

Saat ini Sigit sedang berinvestasi di Banyuwangi di beberapa bidang usaha dan ada pula seniman Djaduk Ferianto yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni dan budaya Banyuwangi. Bupati Anas menyampaikan, kegiatan tersebut dihelat bukan hanya untuk halalbihalal semata, tapi juga bagian dari konsolidasi Pemkab Banyuwangi untuk memancing potensi warga Banyuwangi yang ada di perantauan untuk ikut andil dalam kemajuan Banyuwangi.

Pada kesempatan itu, Bupati Anas mengundang diaspora yang sukses untuk investasi di daerah kelahirannya, Banyuwangi. Selain itu, Bupati Anas juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan progress pembangunan yang telah diraih Banyuwangi dalam kurun waktu tiga tahunterakhir. Salah yang disampaikan adalah income per kapita warga Banyuwangi yang menyalip pendapatan warga Malang, Jember, dan beberapa kabupaten lain. 

Saat ini income per kapita Banyuwangi sudah di atas Rp 21 juta per kapita. Tidak hanya itu, Bupati Anas juga menyampaikan kabar tentang jumlah penduduk miskin. Disampaikan, saat ini jumlah penduduk miskin tersisa sekitar 9 persen dari 20 persen pada tahun 2010. Beberapa program inovasi yang telah dan akan dilakukan Pemkab Banyuwangi juga disampaikan pada pertemuan itu. Beberapa diaspora yang hadir dalam pertemuan itu mengaku puas dengan paparan yang disampaikan Bupati Anas.

Seperti yang disampaikan Hadi Santoso, warga Kecamatan Tegalsari, yang kini tinggal di Jakarta. Menurut dia, walau tidak banyak kenal dengan warga Jakarta asal Banyuwangi. Namun, dia mengaku senang dan bangga ikut pertemuan dengan Bupati Anas dan beberapa tokoh lain asal Banyuwangi. “Serasa pulang kampung. Bisa dengar orang ngomong Osing. Di samping juga ada kuliner khas Banyuwangi. Ketan kirip, sego cawuk, pelasan ikan. 

Apalagi, rujak sotonya jos,” ujar Hadi yang telah merantau di Jakarta selama enam tahun itu. Selain ingin merasakan aura Banyuwangi, kedatangan Hadi dalam acara itu karena ingin mendengar perkembangan Banyuwangi langsung dari Bupati Anas. “Saya bangga banget karena Banyuwangi sekarang dibicarakan di mana-mana dan beritanya bagus-bagus. Makanya begitu dengar kalau acara ini dihadiri Pak Bupati, saya hadir untuk menyatakan kebanggaan saya serta mendengar langsung perkembangan dari Pak Bupati,” kata Hadi bangga.

Mendengar kemajuan pembangunan Banyuwangi, Hadi menyatakan keinginannya pulang kampung dan mencari nafkah di Banyuwangi. Pengakuan senada disampaikan beberapa warga Banyuwangi lain. Mereka berharap Banyuwangi terus maju dan mengejar prestasi yang lebih baik. “Saya bangga jadi warga asa Banyuwangi. Di mana-mana orang bicara Banyuwangi dan mereka penasaran untuk datang ke Banyuwangi,” ungkap Diana, diaspora yang tinggal di jakarta. (radar)

Loading...