Bangun Monumen Operasi Laut Jawa-Bali

0
759

BANYUWANGI – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) bersama PT. Pelindo Properti Indonesia (PPI) membangun monumen  Operasi Lintas Laut Jawa-Bali tahun 1946 di kawasan pantai wisata Boom.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Peletakan batu pertama monumen itu dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Zarkasi dan Komandan Pangkalan  TNI Angkatan Laut (Danlanal)  Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan, kemarin (15/1).  Danlanal Wahyu mengatakan, monumen  tersebut bertujuan mengenang  Operasi Lintas Laut Jawa-Bali pada 5  April 1946 silam.

Kala itu Pasukan M yang dipimpin Kapten Markadi berhasil  mengalahkan pasukan Belanda  yang mencoba kembali menancapkan kekuasaan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17  Agustus 2945. Menurut Wahyu, dengan keberadaan monumen tersebut, diharapkan masyarakat Banyuwangi  tahu sejarah dan mampu mengambil nilai positif dari peristiwa sejarah  tersebut.

“Sehingga nilai-nilai positif tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan  sehari-hari,” ujarnya.  Dikatakan, monumen tersebut akan dibangun dengan dana corporate  social responsibility (SCR) PT. PPI  yang merupakan anak perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  III. PT. Pelindo III akan membangun pelabuhan marina di Pantai Boom.

Wahyu tidak menyebutkan nominal  anggaran yang akan digunakan membangun  Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali tersebut. Hanya saja, dia  memberi bocoran bahwa bangunan  monumen itu akan dibuat mirip kapal yang digunakan pasukan M saat melancarkan  Operasi Lintas Laut Jawa-Bali.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last