Banyak yang Beranggapan hanya Pura-pura Serius

0
446

Nama Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Drs. H. Masykur Aly, dan wakilnya, KH. Ali Maki Zaini, belakangan senter disebut-sebut sebagai kandidat kuat sebagai ketua Tanfidziah PCNU dalam konferensi cabang (konfercab) NU pada 12-13 Januari di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, mendatang. 


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

banyakBersama Rois Syuriah PCNU, KH. Hisyam Syafaat, keduanya dianggap saling melengkapi kekurangan masing-masing. GENAP dua periode duet kepemimpinan Rois Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat dan Ketua Tanfi dziah PCNU Masykur Aly menjalankan roda organisasi massa Islam terbesar di Banyuwangi tersebut.

Selama dua periode atau 10 tahun itu pula duet Gus Hisyam-Masykur kompak menjalankan program organisasi, baik yang bersifat in ternal maupun eksternal dan saat dalam posisi berseberangan maupun bermesraan dengan kekuasaan. Sebagai rois syuriah, Gus Hisyam—sapaan akrabnya—lebih konsentrasi pada persoalan keagamaan. Sedangkan sebagai eksekutif, Masykuri lebih fokus pada manajerial. Keduanya men jalankan organisasi secara baik.

Namun, kesuksesan memimpin dan menjalankan roda or ganisasi NU itu juga diakui banyak pihak—terutama di internal NU—tak lepas dari sosok Wakil Ke tua Tanfi dziah PCNU KH. Ali Maki Zaini. Dalam banyak hal, sosok kiai muda tersebut sering dipercaya Gus Hisyam dan Masykur untuk mewakili mereka, baik dalam urusan in ternal maupun eksternal organisasi. Sehingga, ke tiganya sering disebut sebagai setali tiga uang.

Maka dari itu, ketika belakangan ini nama Masykur dan Gus Maki disebut sama-sama maju sebagai ke tua Tanfi dziah PCNU, berbagai spekulasi pun mun cul Banyak yang mengira bahwa keduanya ha nya ”main-main”. ”Main-main” dalam arti majunya kedua to koh terebut semata-mata bertujuan menghindari munculnya calon lain di luar ”gerbong” mereka. Sehingga, sejak awal ba nyak yang menduga mereka berdua sudah ada pembicaraan atau perjanjian terlebih dahulu. “Cuma ”main-main” seperti ini bahaya kalau nggak terkelola secara baik, karena tidak semua massa di grassroot memahami.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last