Banyak yang Ingin Adopsi Bayi

2
1913
SEHAT: Bayi ini diberi nama Muhammad Kunto Lutfi rrohman.

SONGGON – Sepuluh hari pasca bayi ditemukan dalam tas warna hitam yang digembok di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, animo warga tetap besar untuk melihat bayi tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Desa (Kades) Sumberbulu, Lasio, mengaku bayi yang dirawat di rumahnya tersebut menarik perhatian warga. “Banyak sekali warga yang ingin mengadopsi, tapi tidak saya berikan. Saya hanya bersedia memberikan bayi itu kepada orang tua kandungnya,” ujarnya saat dikoni rmasi via telepon kemarin (26/4).

Kades Lasio menambahkan, kemarin bayi tersebut sudah genap berusia 12 hari. Namun sayang, selama itu pula, orang tua bayi itu tidak pernah menunjukkan iktikad baik mengambil atau sekadar menjenguk darah dagingnya. “Makanya, kami sekeluarga memutuskan merawat dan mendidik bayi tersebut dengan penuh kasih sayang, karena itu adalah amanat Tuhan.

Mudah-mudahan kelak dia menjadi anak yang saleh,” harapnya. Menurut Lasio, beberapa hari lalu pihaknya menggelar selamatan sepasaran dan doa bersama dengan para ulama setempat. Bersamaan dengan itu, bayi yang diperkirakan baru lahir sekitar dua jam sebelum ditemukan itu sudah diberi nama, yakni Muhammad Kunto Luti rrohman.

Diberitakan sebelumnya, bayi malang itu pertama kali ditemukan Minggu (15/4) sekitar pukul 11.30 oleh Sutaha, 40, dan Suparji, 47 (keduanya warga Desa Sumberbulu). Saat itu, mereka mendengar suara tangisan bayi dalam sebuah tas hitam yang tergeletak di tepi jalan desa setempat. Awalnya, mereka mengira tas tersebut berisi bom. Suara tangisan bayi itu diduga hanyalah “pancingan” agar warga sekitar mendekat.

Lantaran ketakutan, dua pria itu pun mengangkat tas tersebut dengan sebatang kayu. Namun, lama-lama mereka yakin bahwa isi tas itu adalah bayi. Setelah dibuka, Sutaha langsung melapor kepada Kepala Dusun (Kasun) Kajan, Desa Sumberbulu. Di saat bersamaan, Suginten, istri Lasio, kepala desa (kades) setempat, melintas di jalan desa tersebut.

Suparji dan Suginten pun langsung membawa bayi malang itu ke rumah bidan. Oleh sang bidan, kondisi bayi itu dinyatakan sehat. Setelah dimandikan, bayi mungil itu langsung dibawa pulang Suginten. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :