Belajar Layanan Publik dari Kanada

0
139

belajarrBANYUWANGI – Tim Pemerintah Provinsi Nova Scotia, Kanada, berkunjung ke Banyuwangi kemarin (10/5). Kunjungan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Bupati Abdullah Azwar Anas ke Kanada tahun lalu. Pada November 2012 lalu, Bupati Anas bersama enam bupati/wali kota se-Indonesia melakukan studi ke Kanada. Dari tujuh bupati/wali kota tersebut, hanya empat daerah yang mendapat kunjungan balasan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Empat daerah yang dikunjungi Pemprov Nova Scotia adalah Banyuwangi, Tangerang Selatan, Kutai Kartanegara, dan Palangkaraya. “Kunjungan balasan itu merupakan tindak lanjut atas kunjungan misi study di Kanada tahun lalu,” jelas Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Saut Situmorang. Kedatangan tim dari Kanada yang beranggota empat orang itu difasilitasi Kementerian Dalam Negeri (Ke mendagri). Misi studi ke Kanada tahun lalu juga difasilitasi Kemendagri.

Sementara itu, tim Kanada itu berasal dari Pemprov Nova Scotia, guru besar Dalhousie University, dan Th e Institute Of Public Administration of Canada (IPAC) Kunjungan balasan tim Ka nada tersebut dimanfaatkan Pemkab Banyuwangi un tuk menggelar workshop Al ter native Service Delivery Stra tegies. Dalam workshop yang ber langsung di aula Rempeg Jogo pati itu, disampaikan ten tang pelayanan publik bi dang pengolahan sampah, pen di dikan dasar, dan pelayanan ke sehatan.

Materi pelayanan pu blik dan pelayanan kesehatan di sampaikan Sandy Christie. Sandy merupakan Executive Di rector Acute and Tertiary Care Branch Nova Scotia Depar tment. Sementara itu, masalah pelayanan publik bidang pengelolaan sampah disampaikan Brian Smith. Brian merupakan pakar dan consulting pe ngelo laan limbah padat Pemprov No va Scotia. Materi pelayanan publik bi dang pendidikan dasar di sampaikan Alan Lowe. Alan me rupakan Senior Advisor School Board Relations.

Loading...

Dia juga menyampaikan materi ten tang cara menjaga dan mem perbaiki prestasi siswa pada sistem pendidikan yang terdesentralisasi. Dalam workshop itu juga disam paikan gambaran umum pe layanan umum pemerintah Kanada. Materi itu disampaikan IPAC Program Offi cer, Laurent Tyers. Workshop itu diikuti Direktur RSUD Blambangan, Direktur RSUD Genteng, para kepala puskesmas, pimpinan rumah sakit swas ta, dan petugas pengelola sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tim Kanada juga berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung pelayanan di RSUD Blambangan. Selain menjadi narasumber dalam workshop itu, tim Kanada juga melihat potensi seni dan budaya Banyuwangi. Sebelum tampil menjadi narasumber, mereka mendapat jamuan makan malam bersama Bu pati Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Dalam jamuan makan malam itu, tim Kanada di suguhi beberapa kesenian Banyuwangi.

Menu yang disajikan juga merupakan menus khas Banyuwangi. Saat berada di Banyuwangi, tim Kanada mengaku sangat terkesan. Menurut mereka, warga Banyuwangi ramah dan memiliki kekayaan budaya dan seni yang luar biasa. “Dari empat daerah yang dikunjungi, tim Kanada mengaku paling berkesan saat berada di Banyuwangi,” tutur Saut Situmorang. Bupati Anas mengatakan, sejak awal dirinya mendesak Kemendagri menghadirkan tim dari Kanada ke Banyuwangi.

Pelayanan publik pemerintah Nova Scotia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Karena itu, kata Bupati Anas, dirinya berkepentingan mendatangkan mereka ke Banyuwangi untuk melakukan transfer pengetahuan ke Pemkab Banyuwangi. Pihaknya tidak mungkin mengirim semua pejabat untuk belajar pelayanan publik ke Kanada. Namun, dengan tim Kanada yang datang ke Banyuwangi, maka staf pemerintah daerah dapat belajar banyak tentang pelayanan publik.

“Saya sangat berkepentingan meningkatkan SDM staf pemerintah daerah. Ini ikhtiar kami meningkatkan pelayanan kepada rakyat,” kata Bupati Anas. Kunjungan study ke Kanada tahun lalu, tambah Bupati Anas, banyak memberikan inspirasi dalam memperbaiki pelayanan. Beberapa kebijakan yang telah diambil merupakan hasil belajar di Kanada. “Saya minta peserta workshop memanfaatkan momen langkah ini. Ini acara internasional yang digelar di daerah,” tambah Bu pati Anas. (radar)

Loading...