Bentuk Mirip Asli, Dilengkapi Power Steering

0
19845

Awal keberadaan komunitas truk mini tersebut ternyata terinspirasi mobil-mobilan anak-anak di Desa Kumendung. Lantaran dianggap bagus, para pemuda dan orang tua akhirnya ikut- ikutan membuat mobil-mobilan dengan ukuran agak besar. “Di Desa Kumendung, sekarang ada sekitar 40 unit truk mini,” katanya.

Loading...

Banyaknya warga yang membuat truk mini tersebut akhirnya melahirkan sebuah komunitas miniatur truk. Anggota komunitas itu bukan hanya berasal dari Desa Kumendung, tapi juga dari desa tetangga. “Anggotanya sekitar 75 unit truk mini,” se but Samsul yang juga menjabat kepala urusan (kaur) umum di kantor Desa Kumendung itu.

Komunitas truk mini itu juga memiliki ke-giatan rutin, yaitu keliling kampung setiap Sabtu malam. “Setiap malam Minggu, kita kumpul di kantor desa dan jalan-jalan bersama,” ujarnya. Jalan-jalan kampung tersebut selalu mendapat perhatian warga. Apalagi, setiap mi niatur truk itu diberi berbagai aksesori menarik. “Diberi lampu seperti mobil asli, dan hampir semua truk dipasangi sound system,” ungkapnya.

Aneka aksesori di miniatur truk tersebut membuat biaya pembuatan truk tersebut semakin mahal. Tidak heran, membuat satu truk mini bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 15 juta lebih. “Bila dihitung, saya habis Rp 15 juta lebih,” sebutnya. Truk milik Samsul ini berbahan kayu dan tripleks. Truk mini tersebut dipasangi roda dan cat seperti truk Fuso.

Untuk membuat truk dan aksesori lampu sebenarnya ha nya Rp 5,5 juta. “Yang mahal itu sound system, genset, dan proyektorbeserta layar,” bebernya. Meski hanya berupa miniatur dengan uku ran kecil, tapi truk buatan Samsul itu bisa dinaiki orang dewasa. Bahkan, agar ja lannya benar harus dikendalikan seorang sopir. “Cuma tidak ada mesinnya, sehingga kalau jalan harus didorong,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last