Beraroma Khas, Wanginya Bertahan Dua Pekan

0
798
WANGI: Salah satu petak bunga sedap malam di Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, memiliki potensi besar pengembangan budi daya bunga sedap alam. Sayang, potensi itu belum tergarap secara maksimal. A.F. ICHSAN RASYID, Giri


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BUNGA sedap malam yang ditanam sejumlah petani Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, memiliki aroma yang khas dibanding sedap malam dari daerah lain. Selain aromanya yang khas, bunga sedap malam asal Penataban bisa bertahan hingga dua pekan. Keunggulan lain, aromanya sudah semerbak walau matahari belum terbenam.

Bunga sedap malam dari daerah lain aromanya baru keluar pada saat hari sudah gelap. “Kalau sedap malam dari Penataban, jam tiga sore aromanya sudah menyebar,” papar Camat Giri, Agni. Bunga sedap malam asal Penataban berbeda jauh dengan bunga sedap malam asal daerah lain. Selain aromanya, bentuk fisiknya juga berbeda dengan bunga sedap malam dari sentra bunga Bogor atau Pasuruan. Kalau sedap malam dari daerah lain, di ujung tangkai bunganya terdapat warna kemerahan-merahan.

Bunga sedap malam asal Giri, di ujung tangkai bunganya hijau seratus persen hingga mekar. Yang menarik, bunga sedap malam asal Giri memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikannya, jika ditanam di luar lahan Kelurahan Penataban, aromanya berubah 100 persen. Padahal, bibitnya diambil dari bunga sedap malam yang ditanam di Penataban. Aromanya akan kembali lagi ke asal, apabila bunga tersebut ditanam di tanah Penataban.

“Walau pembibitannya dilakukan di luar Penataban, tapi ditanam lagi di Petanaban, aromanya akan balik lagi,” papar salah seorang petani, Muhsin. Varietas bunga sedap malam lain kalau ditanam di Penataban, aromanya tetap tidak berubah. Saat ini, selain membudidayakan bunga sedap malam lokal, para petani Penataban juga mengembangkan bunga sedap malam asal Bangil dan Bogor. “Aromanya sama sekali tidak berubah dari daerah asal,” cetus salah seorang petugas penyuluh lapangan (PPL) Kecamatan Giri, Aminah.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last