Berita Terkini Seputar Banyuwangi

BTDI Tahbiskan Ijen Milik Banyuwangi

drh. BUDIANTO
drh. BUDIANTO

MENYELENGGARAKAN Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) adalah langkah yang brilian. Kini, gegap-gempita BTDI sudah usai. BTDI adalah sebuah perhelatan olahraga tingkat internasional yang boleh dibilang sangat sukses. Semua peserta mengakui kesuksesan tersebut. Dari sisi penyelenggaraan, para peserta memuji bahwa masyarakat Banyuwangi sangat tertib dan antusias memberikan dukungan.

Medan yang ditempuh pun sangat menantang dan membuat mereka ketagihan untuk datang tahun depan. Jalan berkelok-kelok menyusuri per kebunan, desa-desa, kemudian menanjak ke Gunung Ijen, betul–betul membuat mereka terperangah sekaligus tertantang. Kelok Ampe yang sangat terkenal di Sumatera Utara menjadi tidak ada artinya bila dibandingkan dengan tanjakan Ijen.

Semua itu menjadi semakin mengesankan ketika sepanjang jalan, peserta disuguhi berbagai kesenian masyarakat, pemandangan hutan yang masih perawan dan eksotik, serta antusiasme masyarakat yang berjejer memberikan semangat sepanjang rute. Betul-betul sebuah perhelatan yang apik dan berkualitas. Selain perhelatan olahraga yang terbilang sukses, ternyata di banyak sisi juga memberikan multi player effect yang sangat berarti dalam banyak hal. Kegiatan ini menjadi sarana promosi wisata yang sangat efektif.

Peserta yang berasal dari 15 negara secara langsung dapat melihat keindahan alam, kultur budaya, dan keramahan masyarakat Banyuwangi. Itu pasti disuarakan ketika mereka pulang ke negaranya masing-masing. Suguhan kesenian pada saat opening ceremony sangat mengesankan para peserta. Secara ekonomi, BTDI juga memberikan dampak yang sangat signifikan. Tingkat hunian hotel meningkat drastis. Para pengusaha makanan juga ikut merasakan. Tidak dapat dimungkiri, bidang pariwisata akan menikmati dampak berkelanjutan atas kegiatan tersebut.

Pembangunan di bidang pariwisata memang tidak boleh hanya diukur dari berapa pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk ke pemerintah. Berdasar data, di Kabupaten Banyuwangi sektor jasa yang termasuk bidang pariwisata hanya kalah dengan bidang pertanian. Pemerintah daerah memang all out menyelenggarakan BTDI. Infrastruktur jalan diperbaiki sampai Paltuding. Semua jalan dan sarana pendukung disiapkan secara sungguh-sungguh. Dukungan secara komprehensif dan besar-besaran pun dilakukan pemerintah daerah.

Promosi dan sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara. Kang Anas pun turun secara langsung untuk mengecek semua persiapan. Media elektronik mempromosikan secara terus menerus. Bahkan, media cetak beberapa hari menurunkan tulisan satu halaman penuh. Sebuah langkah yang sangat cerdas dan elegan. Promosi yang sedemikian masif dan sistematis akan menyebabkan terbangunnya brand image masyarakat Banyuwangi. Diselenggarakannya BTDI dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah dan melibatkan seluruh masyarakat Banyuwangi merupakan sebuah fenomena sosial yang menarik.

Apa artinya itu semua? Itu artinya bahwa Ijen memang berada di Banyuwangi, bukan di wilayah yang lain. Persoalan ketidakjelasan status kewilayahan Gunung Ijen, khususnya kalderanya yang begitu indah dan eksotik, menjadi tidak berarti lagi. Kalau selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur direpotkan dengan status kewilayahan Ijen dan selalu terjadi tarik-ulur, maka dengan BTDI insyallah sebagian persoalan yang relatif rumit tersebut akan dikatakan selesai. Secara de jure bolehlah ada ketidakjelasan terhadap status kewilayahan Gunung Ijen, dan itu memang harus dicarikan solusi yang nanti bisa menjadi sebuah dasar hukum.

Namun, yang lebih penting dan esensial sebenarnya adalah kenyataan bahwa secara de facto Ijen telah menjadi bagian dari Banyuwangi. Hal itu tidak bisa dimungkiri sebagai dampak dari penyelenggaraan BTDI dan keberhasilan promosi yang cantik, terprogram, dan sistematis. Kalau brand image sudah terbangun, selanjutnya tergantung pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi untuk mempertahankan bahwa Ijen sepenuhnya memang menjadi bagian dari Banyuwangi. Ijen harus menjadi ikon pariwisata yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Ijen harus benarbenar menjadi satu di antara tiga titik pariwisata Banyuwangi yang terkenal. Ijen memang memerlukan sentuhan pengembangan yang terprogram dan didukung pengembangan wilayah pariwisata. Ini tantangan bagi kita semua dan kita pasti bisa men jawab dan mewujudkan tantangan itu. Di bidang ke senian ada pameo bahwa Gandrung adalah Banyuwangi dan Banyuwangi adalah Gandrung. Maka, tidak salah dan harus terbukti bahwa Ijen adalah Banyuwangi, walaupun Banyuwangi tidak hanya Ijen. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE