Budi Daya Mutiara Seluas 150 Ha

0
428

SETELAH sekitar satu jam lamanya menikmati pemandangan terumbu karang dan ikan-ikan laut di Blok Perpat, rombongan tim ekspedisi akhirnya memilih untuk menepi di pinggir pantai. Tepatnya di sebuah camp milik TNAP yang digunakan sebagai tempat istirahat para karyawan budi daya mutiara PT. Disthi Mutiara Suci.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dengan menggunakan boat kecil, seluruh anggota ekspedisi ditransfer menuju bibir pantai. Kita menggunakan kapal kecil bermesin untuk mendarat ke pantai, karena speed boat KM Banteng Laut tidak bisa merapat. Butuh kedalaman air minimal 1,5 meter agar kapal berbahan fiberglass tersebut tidak kandas.

Sesampai di camp tersebut, beberapa anggota tim ekspedisi JP-Raba langsung memilih untuk mencari kamar mandi. Rasa mual yang tidak tertahankan menjadi alasan mengapa beberapa anggota tim ekspedisi memilih untuk pergi ke kamar mandi.

”Ke kamar mandi dulu, perut tidak karuan,” ujar Kabiro Radar Genteng, Agus Baihaqi. Kami yang basah kuyup setelah melakukan snorkeling bergantian pergi ke kamar mandi untuk sekadar bilas dan ganti baju. Kami mengira, air di kamar mandi tersebut adalah air tawar, melainkan air yang ada di kamar mandi tersebut adalah air asin.

Namun, rasa dingin segar dari air yang ada di kamar mandi tersebut tidak bisa remehkan. ”Airnya segar tapi asin,” kata anggota ekspedisi JP-Raba, Ali Nurfatoni. Setelah semua bilas dan ganti baju, rombongan berkumpul di tempat makan yang ada di camp tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Ketua Tim PKK Banyuwangi Minta Kadernya Aktif Jalankan Program Kesehatan Ibu Hamil