Bukit Ditambang, Warga Meradang

0
618

DERU mesin eksavator itu menderu-menderu di tengah terik matahari yang menyengat seorang sopir backhoe dengan tubuh penuh peluh mengendalikan jalannya buchet untuk memindah material sirtu (pasir dan batu) ke atas dump truck di sebuah penambangan ilegal di kawasan Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Konon, diatas tanah sengketa seluas 25 hektare itu telah dilakukan penambangan galian C. Bukit yang dulu rindang, kini menjadi area tambang yang di duga ilegal. Dulu area tambang itu merupakan tanah eigendom. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba diatas bukit seluas 25 Ha tersebut jadi area galian C.

Padahal, menurut keterangan warga sekitar, tanah tersebut masih dalam proses sengketa Pihak penggugat, Abdul Halim, masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Dia terkejut begitu melihat sebagian gumuk (bukit) sudah rata dengan tanah, padahal belum ada putusan tetap (incracht).

Lokasi Tambang sirtu Taman Suruh di atas adalah potret buram kondisi pertambangan galian C di Banyuwangi. Tambang liar merebak di mana-mana. Hampir setiap kecamatan di Banyuwangi (jumlah kecamatan 24) marak akan tambang liar.

Objek yang ditambang pun beragam. Ada lahan produktif, gumuk, bekas tambak.  Bahkan, di Grajakan Sejumnlah orang mengeruk pasir pantai untuk memprodulsi gorong-gorong. Di wilayah Rogojampi lebih parah. Lahan produktif kini ‘disulap’ menjadi kolam karena bekas penambang menyisakan lubang- lubang besar.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last