Bus Macet, Pemain Naik Truk

0
407
TERUS DITIMPA MASALAH: Kapten Persewangi Victor da Silva berebut bola dengan pemain Persipro di Stadion Diponegoro Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Hasil imbang 1-1 yang dipetik Persewangi dalam leg pertama Copa Indonesia menyisakan cerita tersendiri. Selain minim persiapan akibat mogok latihan yang dilakukan pemain, plus gaji selama tiga bulan belum dibayar, perjuangan Laskar Blambangan menghadapi Persipro kemarin juga terbilang cukup terjal.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tengok saja, bagaimana para pemain akhirnya memutuskan untuk bermain. Malam hari sebelum pertandingan, seluruh pemain dikumpulkan. Kekeringan finansial yang dialami pemain sedikit terobati. Manajemen memberi bantuan keuangan senilai Rp 1 juta per pemain. Bila ditotal dengan yang yang diterima sebelumnya, maka setiap pemain menerima Rp 1,5 juta. Jumlah tersebut sebetulnya masih kurang bila melihat janji manajemen yang akan memberikan Rp 2  juta kepada setiap pemain.

Loading...

Di lain pihak, menghadapi pertandingan kemarin sore, seluruh pemain baru berkumpul kira-kira dua jam sebelum kick off. Mereka baru tiba di mess Persewangi pukul 13.00. Apesnya, saat perjalanan menuju Stadion Diponegoro, bus yang ditumpangi mengalami pecah ban dan mesinnya mati. Untuk mencapai stadion, pemain pun terpaksa menumpang truk yang dicegat di jalan.

Malah, beberapa pemain ada yang menumpang iring-iringan suporter yang mengawal mereka. Bahkan, pelatih Yudi Suryata terpaksa menumpang di mobil
patwal polisi yang mengiringi perjalanan mereka. “Ini pengalaman pertama seumur hidup saya perjalanan tim seperti ini,” ujar Yudi Suryata, pelatih Persewangi. (radar)