Cak Nun Bersalawat, Istri Lantumkan Lagu Letto

0
1044
KIAI MBELING: Cak Nun bersalawat diiringi Kiai Kanjeng.
KIAI MBELING: Cak Nun bersalawat diiringi Kiai Kanjeng.

SRONO – Budayawan asal Jogjakarta, Emha Ainun Najib, mengaku cukup kagum dengan seni dan budaya yang dimiliki Banyuwangi. Menurut Cak Nun –panggilan akrabnya– kekayaan yang dimiliki Bumi Blambangan jauh lebih besar dibanding dengan Indonesia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pujian Cak Nun itu disampaikan saat menghadiri khoul orang tua Cak Diqin, seniman Solo kelahiran Desa Kebaman, Kecamatan Srono Sabtu  malam, kemarin (28/4). “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi harus bangga dengan potensi seni dan budaya yang dimiliki ini,” cetus Cak Nun sambil menunjuk Kepala Disbudpar Banyuwangi Suprayogi yang hadiri mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas.

Menurut Cak Nun, kebesaran seni dan budaya Banyuwangi itu terletak pada karakternya. Meski berdekatan dengan Bali dan warganya juga banyak pendatang dari Madura, seni Banyuwangi yang berakar pada tradisi lokal masih
kuat. “Seni Banyuwangi itu punya karakter, dan karakter yang tinggi itu milik Banyuwangi bukan Indonesia,” sebut Cak Nun.

Loading...

Karena memiliki seni yang tinggi ini, Cak Nun berharap pada warga Banyuwangi untuk bangga dengan keseniannya. Karena pada dasarnya, masih kata dia, budaya dan seni yang besar itu berasal dari tradisi rakyat. “Meski Indonesia tidak bangga dengan Banyuwangi, tapi rakyat Banyuwangi harus bangga dengan Banyuwangi,” cetus Kiai Mbeling ini.

Selain banyak bicara tentang seni dan budaya, Cak Nun bersama Kiai Kanjengnya sempat menyuguhkan beberapa lagu Using yang musiknya sudah diaransemen. “Aku ke Banyuwangi ini dalam rangka belajar seni, karena Banyuwangi itu sangat dahsyat sekali,” pujinya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2