Dakwah Para Preman

0
394

SEJALAN dengan kehendak Allah dan garis takdir yang telah tertulis dalam catatan keabadian, menjelang Ramadan beberapa tahun lalu serombongan preman (8 orang dipimpin Solikin) dari Terminal Brawijaya, Karangente, Banyuwangi, belajar dakwah dan iktikafselama tiga hari di musala Haji Farid, belakang kampus Untag Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rombongan preman itu heterogen dan sangat awam dalam agama. Tapi jika ada yang mengatakan bahwa orang awam ilmu agama tidak boleh berdakwah, itu sama saja memprotes Allah. Sebab, Allah menceritakan semut dan burung hudhud yang berdakwah (An-Naml: 18 dan 22-24). Kalau semut dan burung (binatang) saja bisa berdakwah, kenapa manusia awam dilarang? Bukankah kalimat dakwah itu singkat? Mereka hanya berkata, “Mari ke masjid, mari kita salat.”

Bukankah kata-kata yang baik itu sedekah? Apakah kita harus menunggu sekolah dai tiga tahun untuk sekadar mengucapkan, “Mari kita ke masjid?”. Para preman juga butuh paham dan amal agama, karena agama itu kebutuhan pokok, lebih pokok dari makan dan minum. Kalau orang mati karena tak makan, tidak dihisab. Tetapi, kalau orang mati tidak beriman, itu celaka. Tertib ini tidak ada hubungan dengan Orda Lama atau Orda Baru, ini adalah Orde Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

Sayang sekali, orang-orang yang ahli agama justru men-ghujat mereka. Mereka men-ganggap bahwa orang-orang bodoh telah mengambil peran agama. Padahal, orang-orang bodoh itu bukan “mengajar” , melainkan hanya sekadar “mengajak”. Ulama pasti tahu bahwa “mengajak” adalah kewajiban semua orang, sedangkan “mengajar” adalah kewajiban ulama.

Dengan dakwah, selain mengajak orang kembali ke jalan Allah, juga belajar sabar dan menerima apa pun perlakuan orang saat berdakwah; diusir, dicaci maki, bahkan difitnah. Lantaran dakwah itu di jalan Allah, diterima saja. Tidak mem-balas kejahatan dan keburukan dengan kejahatan atau keburu-kan yang lain. Melainkan dibalas dengan kebaikan pula. In-syaallah, Allah akan menolong hamba yang kesulitan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last