Dibui karena Potong Janur Sembarangan

0
161
TERSANGKA: Jami’i dan Hadromi diamankan di Polsek Licin kemarin.

LICIN – Jangan sembarangan memotong janur tanaman kelapa. Apalagi, janur kuning yang dipotong itu milik orang lain. Jika nekat memotong janur orang lain, maka bisa masuk penjara. Seperti yang dialami Jami’i, 37, warga Dusun Gadok, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Gara-gara memanen janur yang bukan miliknya, dia ditangkap petugas Polsek Licin kemarin (19/6). Bahkan, lelaki yang membeli janur curian itu juga berurusan dengan polisi. Penadah janur tersebut adalah Hadromi, 35, warga Dusun Krajan, Desa Gumuk, Kecamatan Licin. “Kedua tersangka kita amankan di pol- sek,” cetus Kapolsek Licin, AKP Hery Subagio, melalui Kanitreskrim Bripka I Putu Mastra.

Terbongkarnya jaringan pencuri janur itu bermula saat Jami’i memanjat pohon kelapa milik Suanayah, 40, warga Dusun Krajan, Desa Gumuk. Padahal, tersangka tidak pernah membeli janur tersebut. Mengetahui ada orang yang menebang janur tanpa izin, warga melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke polsek. “Ada laporan pencurian janur, tersangka kita amankan beserta seikat janur hasil kejahatannya,” terang Bripka Mastra.

Dalam keterangannya kepada polisi, Jami’i ternyata tidak mau sendirian tinggal di sel tahanan. Dia mengaku, pencurian janur yang dia lakukan itu sebenarnya disuruh Hadromi yang di kampungnya dikenal sebagai pengepul janur. “Tersangka mengaku janur hasil pencariannya dijual kepada Hadromi,” jelas Bripka Mastra.

Dia menambahkan, selama ini warga Desa Gumuk dan sekitarnya resah karena sering kehilangan janur. Beberapa warga sudah ada yang mencurigai tersangka. Namun, karena selama ini tidak ada bukti, warga tidak bisa berbuat banyak. “Pencurian janur ini ternyata sudah direncanakan kedua tersangka,” ungkap Bripka Mastra. (radar)

Loading...