Dikira Gempa Bumi, Warga Berlarian Selamatkan Diri

0
324
KORBAN IPAL: Cikrak memeragakan saat dirinya terjatuh dari tempat tidur.

Imbas pemasangan tiang pancang proyek pembangunan IPAL Terpadu di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

LOKASI proyek IPAL Terpadu itu merupakan kawasan padat penduduk. Bayangkan saja, satu RT terdiri atas 60 kepala keluarga (KK). Itu tidak sebanding dengan luas wilayah yang terbilang cukup kecil. Akibatnya, mayoritas warga setempat tidak mempunyai halaman yang cukup luas.

Dengan kondisi seperti itu, permukiman warga itu layak dianggap sebagai kawasan padat seperti halnya kota. Warga pesisir itu pun cukup kompak. Kekompakan terlihat saat melakukan protes pembangunan IPAL Terpadu yang dibangun di kawasan tersebut.

Hingga kemarin, warga masih membicarakan guncangan seperti gempa yang menghebohkan itu. Sampai saat ini musibah tersebut masih menyisakan keresahan. Lebih dari itu, warga mengaku sangat trauma atas insiden tersebut. Seperti yang diungkapkan Naning Mardiana, salah seorang warga Tratas kepada koran ini kemarin.

Begitu mengingat kejadian Kamis malam (18/10) itu, Naning tak kuasa menahan tangis. Getaran keras mesin pemasang tiang pancang itu menyebabkan rumahnya seakan hendak rontok. ‘’Getarannya kuat sekali. Bukan hanya saya saja yang keluar, semua orang juga keluar rumah,” ungkap ibu beranak satu itu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Misterius, Remaja Asal Kabat Ini Babak Belur Dihajar Makhluk Gaib