Dirjen Ekonomi Kreatif Puji Bupati Banyuwangi

0
242

dirjenBANYUWANGI – Banyuwangi mendapatkan kesempatan istimewa dari Pemprov Jatim untuk menampilkan seni dan budaya di Surabaya. Selama tiga hari berturut-turut –mulai Jumat hingga Minggu lalu (21/4)- – potensi wisata dan kesenian tradisional khas Kota Gandrung dipamerkan dalam rangkaian gelar seni budaya 2013 di Taman Budaya Jawa Timur kompleks Gedung Cak Durasim Surabaya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pertunjukkan yang bertajuk “Banyuwangi Th e Sunrise of Java” tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof. Dr. HM. Ahman Sya; Sekdaprov Rasiyo; Bupati Abdullah Azwar Anas; Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko  dan Sekkab Slamet Kariyono. Bupati Anas mengatakan, gelar seni budaya itu merupakan kesempatan baik bagi Banyuwangi untuk promosi potensi wisata dan budaya.

“Kesempatan dari pemerintah provinsi ini memberikan ruang untuk promosi wisata Banyuwangi semakin luas. Ini mendukung upaya kita berbenah meningkatkan kualitas seni dan budaya,” kata Bupati Anas. Berbagai program untuk memajukan seni budaya dan wisata Banyuwangi terus di lakukan oleh Bupati Anas.Salah satunya menghidupkan kembali pertunjukan seni budaya daerah di alun-alun kabupaten setiap malam minggu.

Saat ini, pemerintah daerah sedang merenovasi total sejumlah alun-alun di Banyuwangi. “Ada enam alun-alun kecamatan yang sedang direnovasi dan akan kami tambah lagi di beberapa kecamatan lainnya. Kami ingin alun-alun nantinya berfungsi sebagai tempat pertunjukkan budaya asli daerah,” paparnya. Tidak hanya itu, untuk menghidupkan kembali budaya asli Banyuwangi, Bupati Anas akan memberi insentif bagi penduduk yang mau membangun rumahnya dengan ciri khas rumah Using.

Reward itu berupa bantuan uang Rp 10 Juta itu diberikan untuk mempertahankan ekosistem lingkungan dengan konsep wisata ecotourism yang menonjolkan keaslian potensi alam daerah. “Kami tidak ingin meniru Bali atau daerah lainnya. Kami ingin Banyuwangi memiliki wisata yang maju dan terkenal dengan ciri khas dan keaslian alamnya,” jelas Bupati Anas. Inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi memajukan potensi budaya dan wisatanya mendapat apresisasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya Ahman Sya mendukung langkah inovasi yang dilakukan Bupati Anas. “Ini proses kemajuan luar biasa bagi Banyuwangi yang terus gencar memperkenalkan budayanya. Pemerintah pusat akan mendukung langkah-langkah Banyuwangi untuk mengembangkan kesenian tradisional dan potensi wisata alamnya,” katanya. Ahman juga memuji kinerja Bupati Anas.

Selain masih muda, Bupati Anas dinilainya sebagai sosok pemimpin daerah yang langka karena memiliki kepedulian tinggi terhadap kesenian dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. “Jika ada sepuluh saja bupati di Indonesia yang memiliki karakter sama dengan Anas, kami yakin kesenian dan budaya Indonesia semakin maju dan diakui dunia,” pujinya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Suprayogi mengatakan, dalam pertunjukkan kesenian dan budaya tersebut, Banyuwangi menampilkan lebih dari sepuluh pertunjukkan seni dan budaya.

Kesenian yang ditampilkan antara lain tari Jejer Gandrung, kesenian Jaranan Butho, pertunjukkan Sidopekso Pupus, tari Kebo Marcuet, tari Geredhoan dan pergelaran janger dengan melibatkan lebih dari seratus orang. “ Minggu pagi kami menggelar lomba senam lare using yang diikuti oleh ratusan peserta yang dilanjutkan dengan makan nasi tempong bersama,” ujar Suprayogi. Selain menampilkan kesenian, dalam acara itu juga dipamerkan potensi wisata unggulan seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung dan Pantai Sukamade. Tak ketinggalan, kerajinan dan makanan khas juga disuguhkan dalam pameran tersebut. Acara ini mendapatkan sambutan yang cukup besar dari masyarakat Surabaya. (radar)

Loading...