Disambati Kondisi Lapas

0
400
TERALIS: Kalapas Krismono memamerkan hasil keterampilan warga binaan kepada anggota DPRD Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Banyuwangi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi kemarin (2/4) dimanfaatkan pengelola lapas untuk menyampaikan keluhan mengenai kondisi lapas yang sudah over-kapasitas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rombongan wakil rakyat itu datang ke lapas di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi, tepat pukul 10.00. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD, Zainal Arifin Salam, itu langsung diterima Kalapas Banyuwangi, Krismono. “Warga binaan di Lapas Banyuwangi mencapai 755 orang,” terang Krismono. Jumlah warga binaan sebanyak itu, jelas dia, dianggap sudah overload.

Sebab, kapasitas lapas kelas II-B sebenarnya hanya sekitar 260 warga binaan. “Jadi, kalau dihitung lebih 250 persen,” katanya. Lantaran overload, setiap ruangan terpaksa dihuni banyak orang. Artinya, para warga binaan itu terpaksa harus berdesakan. “Tempatnya memang sudah tidak ada lagi. Terpaksa satu ruang diisi banyak orang,” cetus Krismono.

Untuk menunjukkan kondisi lapas yang sudah overload, Kalapas Krismono mengajak anggota dewan ke setiap blok, mulai ruang tahanan untuk anak-anak, narkoba, hingga tahanan lain. Hampir semua harus berdesakan di dalam sel. “Satu ruang ini seharusnya diisi delapan orang, tapi terpaksa diisi 18 orang,” kata Krismono sambil menunjukkan ruangan dengan ukuran sekitar dua meter kali lima meter.

Loading...

Kepada para wakil rakyat yang menangani pembangunan tersebut, Krismono juga menunjukkan ruang berukuran empat meter kali delapan meter yang saat ini diisi 60 warga binaan. “Sebenarnya kurang layak, tapi tidak ada tempat lagi,”

Lanjutkan Membaca : 1 | 2