Disenggol Pikap, Ditabrak Katana, Pemotor Tewas

  • Bagikan
Foto : Ilustrasi

Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan maut yang melibatkan pemotor dengan mobil pikap Mitsubishi L300 dengan mobil Suzuki Katana, terjadi di jalan raya Dusun Tegalpakis, RT 4, RW 5, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru sekitar pukul 10.00, kemarin (3/8).

Dalam kecelakaan itu, seorang pemotor Ahmad Andi Safriyan, 23, asal Dusun Kepuh Wetan, RT 1, RW 5, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, meninggal di lokasi dengan luka cukup parah di bagian kepala dan tubuh lainnya.

“Korban meninggal di lokasi kejadian,” terang Kanit laka Polresta Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan.

Menurut Kanit laka, dari keterangan sejumlah saksi dan rekaman CCTV yang terpasang di masjid Al Ikhlas, kecelakaan itu bermula saat sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi P 5442 WR yang dinaiki Ahmad Andi Safriyan melaju dari arah timur.

“Korban itu naik motor bersama Andi, temannya,” terangnya.

Saat korban sampai di lokasi kejadian, jelas dia, ada mobil pikap Mitsubishi L 300 dengan nomor polisi P 9174 GC yang belum diketahui identitas sopirnya, setelah parkir tiba-tiba berjalan tanpa rnemperhatikan kendaraan lain yang ada di belakangnya.

Akibatnya, korban tidak bisa menghindar dan menabrak bagian bak belakang sisikanan. “Mobil pikap langsung nyelonong dan menyenggol pengendara motor,” jelasnya.

Akibatnya, masih kata dia, pengendara motor itu terpental dan jatuh ke jalan aspal.

Saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul mobil Suzuki Katana dengan nomor polisi DK 1921 VF yang disopiri Rifki Ramadhani, 20, warga Jalan Cokromimoto IX, RT 3, RW 11, Desa/Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo.

“Ahmad Andi Safriyan tertabrak mobil Katana dan meninggal di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Warga yang melihat ada kecelakaan itu, langsung menolong korban dengan melarikan kedua pengendara motor ke RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.

“Kedua korban dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Mobil pikap L 300 dan mobil Suzuki Katana yang menabrak korban, langsung kabur.

Keduanya, akan terus diburu untuk mempertanggungjawabkan.

“Identitas kedua mobil sudah kita kantongi, kita beri waktu sampai besok (hari ini), kalau tidak kooperatif, akan kita jemput,” ancamnya. (sli/abi)

Sumber : Jawa Pos Radar Genteng

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: