Diterpa Angin Puting Beliung, Atap Galvalum Melayang Sejauh 80 Meter

0
1585
Rangkaian baja ringan nangkring di atas genting rumah warga Jalan Kampar setelah terbang sejauh 80 meter.
Rangkaian baja ringan nangkring di atas genting rumah warga Jalan Kampar setelah terbang sejauh 80 meter.

BANYUWANGI – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga di Jalan Kampar, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri. Sebuah atap dari rangkaian baja ringan (galvalum) melayang ke udara lalu menimpa atap rumah warga.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Terbangnya atap galvalum tersebut bermula dari hujan disertai angin puting beliung pukul 13.00, Rabu siang (10/1). Atap rumah dari rangka galvalum milik Mahmud terangkat dan terbang ke udara menghantam rumah milik Ny Subroto yang jaraknya sekitar 80 meter.

Atap rangka galvalum berukuran 3 x 8 meter itu melayang ke udara setelah diterjang angin puting beliung. Uniknya, rangka baja ringan galvalum tersebut melayang ke udara melewati kabel tiang listrik dan tiang telepon yang berada di jalan raya.

Loading...

Titik, 66, pemilik rumah mengaku, saat kejadian dia melihat langsung atap rangan di lantai dua miliknya terbang terbawa angin hingga menghantam rumah milik Ny Subroto, tetangganya.

“Begitu hujan turun, saya mau nutup pintu. Melihat angin kencang badan saya gemetar dan lemas. Apalagi saya sendirian di dalam rumah,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2