Ditinggal Tarawih, Rumah Disatroni Maling

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Aksi pencurian terjadi di Dusun Sidorukun, RT 1, RW 2, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (6/5/2020) malam.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, pelaku menjarah rumah nenek Paini (70) dan berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Pelaku yang diduga sudah mengenal rumah korban itu, beraksi sekitar pukul 19.00. Saat kejadian, rumah nenek itu sedang kosong karena ditinggal salat tarawih di musala.

“Waktu mau berangkat tarawih, semua pintu dan jendela ditutup dan dikunci,” terang Paini.

Namun, saat pulang tarawih Paini mengaku sempat terkejut karena jendela depan terbuka. Sedang pintu rumah, tetap tertutup dan terkunci.

“Saya kaget dan langsung masuk kamar untuk melihat almari,” terangnya.

Paini langsung lemas saat melihat pakaian yang ada di almari berantakan. Hampir semua pakaiannya, telah dikeluarkan.

“Di dalam tumpukan baju itu, saya menyimpan uang Rp 10 juta, dan uang itu sekarang tidak ada,” kata Paini.

Paini mengatakan, uang Rp 10 juta yang hilang itu sengaja disimpan di rumah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Memasuki usia senja, ia tidak kuat lagi bila harus bekerja.

“Uang itu dari menjual tanah di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung,” terangnya.

Tanahnya di Desa Kesilir itu, jelas Paini, laku Rp 200 juta. Dari jumlah uang itu, ia masih mengambil Rp 90 juta. Uang itu Rp 80 juta dibuat untuk membayar rumah yang kini ditempati di Desa Buluangung. Sedang yang Rp 10 juta disimpan di almari pakaian dan dicuri maling.

“Untuk sisa uang yang Rp 110 juta, masih disimpan oleh pembeli,” kata Paini.

Salah satu tetangga korban Siami (48) mengatakan Paini itu seorang janda dan tinggal bersama anak angkatnya Agus Trinuryanto, 25. Saat kejadian, anak angkatnya itu sedang membeli air galon isi ulang yang tidak jauh dari rumahnya.

“Anaknya jarang pulang dan sering keluyuran,” cetusnya.

Siami menyebut usai rumahnya disatroni maling itu nenek berusia lanjut itu syok dan lemas. Sedangkan anaknya, hingga kemarin (7/5) juga tidak kelihatan.

“Kondisi rumahnya memang sepi dan berdekatan dengan area persawahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Siliragung AKP Sumono melalui Kanit Reskrim Ipda Sutomo mengatakan sudah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Diduga pencuri itu lebih satu orang.

“Pencuri itu mudah masuk karena kaca jendela depan bolong, dari kaca yang bolong itu dapat membuka kunci jendela,” jelasnya.

Setelah berhasil masuk ke rumah, pelaku langsung mengobrak-abrik almari pakaian korban. Uang Rp 10 juta yang ada di almari itu disikat.

“Televisi sepertinya akan dibawa juga, tapi akhirnya dibuang persawahan belakang rumah korban,” ungkapnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: