Ditolak NTB, 6.800 Ton Beras Thailand Dibongkar di Banyuwangi

0
510

BANYUWANGI – Kapal pengangkut 6.800 ton beras impor asal Thailand masuk perairan Banyuwangi beberapa hari terakhir. Ribuan ton beras impor tersebut dialihkan ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ditengarai akibat penolakan Gubernur Nusa Tengara Barat (NTB), TGH.M. Zainul Majdi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Infomasi yang berhasil Jawa Pos Radar Banyuwangi, kapal pengangkut beras impor tersebut direncanakan sandar di Pelahuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Setelah dilakukan bongkar-muat di pelabuhan kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan tersebut, 6.800 ton beras impor itu akan disimpan di gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Banyuwangi.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre Banyuwangi, Komuli, tidak menampik ribuan ton beras impor asal negeri Gajah Putih tersebut bakal disimpan di gudang Bulog Banyuwangi. “Bulog merupakan operator. Disuruh menerima, ya kita terima,” ujarnya pada Rabu (6/1).

Komuli menuturkan, surat izin menerima beras impor tersebut sudah diterbitkan Gubernur Jatim, Soekarwo, pada 5 Januari lalu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui apakah beras impor tersebut merupakan pengalihan dari daerah lain ataukah tidak.

“Kami tidak tahu beras itu awalnya akan dikirim kemana,” kata dia.  Meski bahan makanan pokok tersebut disimpan di Gudang  Bulog Sub Divre Banyuwangi, Komuli memastikan beras impor tersebut tidakakan didistribusikan di Banyuwangi dan kabupaten/kota lain se-Jatim.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last