Ditutup Pabrik, Warga Minta Akses Jalan Sukowidi Dibuka Lagi

0
379

 


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Puluhan warga RT05, RW01, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro melakukan aksi unjuk rasa Jumat (29/12). Mereka meminta jalan desa dikembalikan. Sebab, jalan tersebut secara sepihak telah dibangun tembok menjadi satu dengan bangunan pabrik pengolahan serabut kelapa.

Unjuk rasa tersebut dilakukan di ujung jalan desa yang kini telah ditutup aksesnya dengan tembok oleh pengusaha pabrik pengolahan serabut kelapa itu. Warga mengaku tidak tahu mengapa tiba-tiba jalan desa itu ditutup dan dibangun tembok. ”Kami baru tahu jalan itu ditutup sejak 15 hari lalu,” ujar Buang, 67, warga setempat.

Menurut Buang, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan yang dimiliki warga RT05, RW01, yang tinggal di barat pabrik pengolahan serabut kelapa tersebut. Sehingga mereka sekarang merasa terisolasi. Padahal menurutnya jalan desa tersebut sudah ada sejak dirinya kecil bahkan sebelum dia lahir sudah ada.

Warga setempat mengaku tidak pernah memberikan persetujuan atau tanda tangan terkait tukar guling tersebut. Meski ada jalan lain yang diberikan pihak pabrik, namun warga tetap menolak karena jalan pengganti itu letaknya lebih jauh. Selain harus memutar, jalan tersebut kondisinya juga becek. ”Kalau jalan yang ditutup ini sudah pernah diaspal dengan dana dari PNPM,” jelas Buang.

Kaur Pemerintahan Kelurahan Klatak Nur Hujani menyatakan, pihak pabrik pengolahan serabut kelapa memang pernah mengajukan permintaan tukar guling. Dirinya mengaku sudah memberikan masukan terkait aturan yang harus dilalui termasuk meminta persetujuan warga. ”Laporan dari Pak RT ada 24 kepala keluarga yang sudah tanda tangan, tinggal dua kepala keluarga yang belum setuju,” beber  Hujani.

Pihaknya mengaku belum mengeluarkan persetujuan terkait proses tukar guling tersebut. Pihaknya juga mengaku kaget pihak pabrik pengolahan serabut kelapa sudah berani membangun tembok di jalan tersebut. ”Proses pembangunan ini sudah kami hentikan, kemarin Pak Lurah langsung yang memerintahkan untuk memberhentikan pembangunan ini,” ungkap Hujani.(radar)

Loading...