Dua Atlet Selam Ikuti Cabor Renang

0
726

BANYUWANGI – Kontingen Banyuwangi serius dalam menghadapi Pekan Olahraga Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiah (POR SD/MI) di Tulungagung  November 2015 mendatang. Agenda tersebut bakal dijadikan momentum bagi setiap  cabang olahraga (cabor)  untuk membuktikan prestasi di level usia dini.

Dalam ajang POR SD-MI dua tahunan  itu, para atlet yang terjaring dalam seleksi terus melakukan latihan secara intens.  Ada sebelas cabor yang dipertandingkan  dalam even tersebut, yaitu, atletik, bulu tangkis, bola voli mini, catur, panahan,  dan pencak silat. Lima cabor lain  adalah renang, senam, sepak takraw, tenis lapangan, dan tenis  meja.

Cabor renang tampaknya bisa dijadikan andalan dalam meraup medali dalam even tersebut.  Sebab, banyak atlet kelas anak-anak yang telah terbukti  meraih prestasi dalam berbagai  kejuaraan.  Salah satu perenang cilik terbaik  yang dimiliki Banyuwangi adalah Arin Nahda Zhafira.

Bagaimana tidak, perenang kelas  cilik itu sukses besar dalam  Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2015.  Siswa kelas V SDN 4 Penganjuran  itu sanggup mempersembahkan tiga medali emas dalam ajang level nasional yang digeber  di Makassar beberapa waktu  lalu.

Satu perenang cilik sukses meraih prestasi tertinggi dalam  Olimpiade Olahraga Siswa Nasional  (O2SN) tahun 2015. Tiga medali emas itu diraih  pada nomor lomba 50 meter  gaya punggung putri, 100 meter gaya dada putri, dan 50 meter gaya kupu-kupu putri.

Capaian  tersebut sukses membantu Jatim  menjadi juara umum tingkat SD. Meski begitu, cabor renang juga menyertakan beberapa atlet yang notabene tercatat sebagai atlet selam. Meski begitu,  tidak ada masalah meski dua  atlet tersebut tampil di cabor  renang.

“Ada dua atlet kita yang dipinjam, tidak masalah demi  prestasi,” ungkap Ketua Harian  Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Banyuwangi, Yusuf Widodo, kemarin.  Dua atlet itu, jelas dia, telah memiliki Nomor Induk Atlet  Selam (NIAS).

Meski begitu,  dia bisa tampil di cabor renang.  ‘’Karena selam tidak dilombakan,  keduanya tampil di  POR SD karena memang lolos  seleksi,’’ tukasnya. Menurut dia, memang teknik  selam memang bisa renang. Tapi,  sebaliknya atlet renang belum  tentu bisa mudah menjadi atlet  selam. ‘’Semoga mereka berhasil  dan pulang meraih medali,’’  harapnya. (radar)