Dua Pengamen Keroyok Pemuda Gangguan Mental

0
401

BANYUWANGI – Berakhir sudah petualangan SHP, 17, sebulan menjadi buron Polsek Blambangan. Remaja asal Lingkungan Jajangpenatu, Kelurahan Kampung Melayu, Banyuwangi, itu ditangkap polisi saat berkeliaran di sekitar Stasiun Kereta Api (KA) Karangasem, Kecamatan Glagah, Senin malam kemarin (19/3).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SHP yang sehari-hari menjadi pengamen jalanan itu diburu polisi karena diduga terlibat aksi pengeroyokan bersama IM, temannya yang masih buron. Yang dikeroyok adalah Topan Hidayat, 32, warga Jalan Musi, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. “Korban dikeroyok SHP dan IM,” kata Kapolsek Blambangan, AKP Ary Murtini, melalui Kasi Humas Aiptu Monip.

Aksi pengeroyokan yang dilakukan SHP dan IM sebenarnya terjadi 24 Februari 2012 lalu. Sekitar pukul 19.00, korban yang sedang berada di Lingkungan Setrokemanten, Kelurahan Tukangkayu, bertemu pengamen tersebut. “Korban
yang mengalami gangguan mental itu sering mengangkatangkat tangan,” jelasnya.

Loading...

Dikira, korban mengangkat tangan karena akan menyerang tersangka. Makanya, SHP dan IM langsung memukuli korban. “Saya memukul tiga kali. IM hanya sekali,” jelas SHP kepada polisi kemarin. Akibat dikeroyok kedua tersangka, korban mengalami luka serius. Dua giginya rontok, hidungnya pecah dan banyak mengeluarkan darah, dan luka dahi. “Setelah kejadian, keluarga korban langsung melapor tapi para tersangka sudah menghilang,” jelas Monip.

Dari dua tersangka, sampai saat ini masih satu tersangka yang berhasil ditangkap. Satu tersangka lagi masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. “IM yang menghilang ini kita masukkan DPO,” cetus Monip. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2