Dubur dan Kemih Korban Rusak

0
619

Polisi Identifikasi Lokasi Perkosaan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PESANGGARAN –  Nasib Saritem (nama samaran, Red), gadis empat tahun yang menjadi korban perkosaan, sungguh tragis. Balita asal lingkungan Babatan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu dipastikan mengalami cacat seumur hidup.

Kabar terbaru menyebutkan, dubur dan tempat kencing bocah itu kini tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. “Dia harus buang kotoran lewat selang. Dia juga kencing lewat selang. Kemungkinan lewat perutnya,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP. Supriyadi, yang sempat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Soetomo, Surabaya, beberapa hari lalu.

Menurut kapolsek, berdasar keterangan pihak dokter RSU dr. Soetomo, pelaku tidak melakukan aksi secara sadis melalui kemaluan korban, melainkan dubur. “Keterangan dokter, melakukannya dari belakang,” ungkapnya kepada RaBa kemarin (13/3). Selain menderita luka fisik, sampai kemarin Saritem masih mengalami tekanan psikis luar biasa.

Loading...

Gadis belia yang tinggal bersama paman dan bibinya itu mengalami trauma yang sangat mendalam. Bahkan, ketika melihat ada lelaki menjenguk, Saritem langsung menangis.  “Tampaknya dia masih sangat trauma. Dia lebih dekat sama ibunya. Kalau ditinggal ibunya sebentar saja, dia langsung menangis” tutur kapolsek.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2