Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Dubur dan Kemih Korban Rusak

Polisi Identifikasi Lokasi Perkosaan

PESANGGARAN –  Nasib Saritem (nama samaran, Red), gadis empat tahun yang menjadi korban perkosaan, sungguh tragis. Balita asal lingkungan Babatan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu dipastikan mengalami cacat seumur hidup.

Kabar terbaru menyebutkan, dubur dan tempat kencing bocah itu kini tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. “Dia harus buang kotoran lewat selang. Dia juga kencing lewat selang. Kemungkinan lewat perutnya,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP. Supriyadi, yang sempat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Soetomo, Surabaya, beberapa hari lalu.

Menurut kapolsek, berdasar keterangan pihak dokter RSU dr. Soetomo, pelaku tidak melakukan aksi secara sadis melalui kemaluan korban, melainkan dubur. “Keterangan dokter, melakukannya dari belakang,” ungkapnya kepada RaBa kemarin (13/3). Selain menderita luka fisik, sampai kemarin Saritem masih mengalami tekanan psikis luar biasa.

Gadis belia yang tinggal bersama paman dan bibinya itu mengalami trauma yang sangat mendalam. Bahkan, ketika melihat ada lelaki menjenguk, Saritem langsung menangis.  “Tampaknya dia masih sangat trauma. Dia lebih dekat sama ibunya. Kalau ditinggal ibunya sebentar saja, dia langsung menangis” tutur kapolsek.

Sementara itu, kemarin siang mulai pukul 11.00, tim dari Polres Banyuwangi melakukan identifikasi di rumah paman korban. Tim itu juga mengidentifikasi lokasi tempat balita tersebut diperkosa. Itu dilakukan sebagai upaya mengungkap pelaku perkosaan yang sampai kemarin belum ditemukan.

“Tadi (kemarin siang, Red) yang melakukan identifikasi tim polres, tapi kita juga ikut,” beber kapolsek. Supriyadi menambahkan, penyidik Polsek Pesanggaran juga telah meminta keterangan sejumlah saksi. “Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan. Tetapi, sampai sekarang pelaku belum kita temukan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Saritem, balita asal Lingkungan Babatan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, diperkosa. Bocah itu ditemukan warga sekitar pukul 04.00 di tepi hutan kawasan Perhutani, KRPH Pulau Merah, BKPH Sukomade. Saat ditemukan, kemaluannya mengalami pendarahan hebat. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE