Duda Beranak Tiga Dipasung di Gubuk

  • Bagikan

duda

GLAGAH – Nasib memilukan me nimpa Mat Sahir, 52. Pria asal Dusun Kopencungking, Desa Kam punganyar, Kecamatan Gla gah, itu terpaksa menjalani hi dup dengan kondisi kaki terpa sung. Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama pihak ke luarga memasung duda tiga anak yang menderita gangguan jiwa tersebut. Sudah sekitar lima hari terak hir Mat—sapaan karib Mat Sa hir—dipasung di sebuah gu buk adik kandungnya, Senari, 42, warga Dusun Ga dog,

Desa Tamansuruh, Ke camatan Glagah. Pemicunya, Mat kerap mengamuk dan mem bahayakan keselamatan war ga sekitar. Kepada wartawan Jawa Pos Ra dar Banyuwangi, Senari me ngatakan, pemasungan itu adalah pilihan terakhir yang dilakukan keluarga agar sang kakak tidak mengganggu warga sekitarPasalnya, Mat sering me ngamuk. Bahkan, tidak jarang dia me ngejar siswa yang hendak berangkat sekolah.

“Orangnya (Mat) sering mengamuk. Ma kanya terpaksa kami pasung. Tetapi, kami tetap merawat yang bersangkutan dengan baik,” ujarnya kemarin (26/6). Dikatakan, sebenarnya Mat telah tiga kali menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat (PKJM) di Keca matan Licin. Setelah empat sam pai lima hari dirawat, Mat lang sung sembuh. “Anehnya, baru beberapa hari berada di rumah, dia kumat lagi,” je las nya.

Menurut Senari, kakaknya mu lai menderita gangguan jiwa sejak sepuluh tahun lalu. Hal itu dipicu tekanan ekonomi dan akumulasi tekanan hidup yang lain. “Selain karena tekanan eko nomi, ada beberapa tekanan hidup yang dia alami sehingga jadi seperti ini (mengalami gangguan jiwa),” paparnya. Dikatakan, Mat bercerai dengan istrinya jauh sebelum men derita gangguan jiwa.

“Saya rasa bukan faktor per ceraian itu (bercerai) yang menjadi pemicu dia mengalami gang guan mental,” kata dia. Uniknya, beberapa hari se belum dipasung, Mat menjalani p e rawatan selama empat hari di PKJM Licin dengan ini siatif pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah Desa Kam punganyar. Bahkan, lantaran ti dak ada biaya, Kepala Desa (ka des) Kampunganyar, Slamet Ardi, meninggalkan telepon se luler (ponsel)-nya sebagai jaminan biaya perawatan tersebut.

Baca :
Lima Pekerja Migran Asal Banyuwangi Terkonfirmasi Positif COVID-19

Sementara itu, Camat Gla gah, Ermi Soegiarti, di dam pingi Kapolsek Glagah AKP Jupriadi datang ke lokasi pe ma sungan kemarin. Ca mat Ermi mengatakan, pihaknya te ngah mengupayakan agar kor ban segera mendapat pe – ra watan yang semestinya. Hari ini (kemarin) kami akan me nyampaikan laporan tertulis ke pada asisten pemerintahan Pemkab Ba nyuwangi. Se belumnya, kami sudah menyampaikan laporan secara lisan,” ce tusnya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: