Dulu Kue Primadona, Kini Peminatnya hanya Warga Banyuwangi Selatan

0
1786

Kholilah-membuat-jajan-opak-gulung-dengan-cara-manual-di-Dusun-Jalen,-Desa-Setail,-Kecamatan-Genteng,-kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TUMPUKAN kaleng besar terlihat di dapur rumah milik Marifatun, 60, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng,. Pemilik rumah, tampak mencetak kue berbahan baku tepung dan gula itu di atas papan cetakan dengan cara manual.

Setiap mendekati Lebaran, rumah nenek itu banyak didatangi warga yang memesan jajan. Biasanya, warga menyediakan bahan berupa beras ketan, gula, kelapa, dan telur ayam. Mereka minta dibuatkan jajanan. Tapi, ada juga warga yang langsung membeli jadi.

“Ada yang beli, ada yang memesan, terserah mereka,” terang Marifatun. Dalam membuat jajan opak gulung
itu sehari bisa menyelesaikan satu gembreng atau jika dihitung sekitar 700 biji opak. Bisa dibayangkan, jika pemesanan melebihi 30 gembreng, proses pembuatan harus dimulai jauh hari sebelum Ramadan.

“Satu orang itu dalam sehari dapat satu gambreng,” ucapnya. Jajan opak gulung itu dulu pernah populer, warga banyak yang datang untuk memesan. Saking banyaknya pesanan pengiriman jajan ke pemesan itu sampai menggunakan truk. Tapi, seiring waktu jumlah pemesan pun berkurang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Areal Pasar Hewan di Glenmore Dilalap Si Jago Merah