Embung Senilai Rp 2 M Ambrol

0
492

Belum Beroperasi sejak Dibangun Tahun 2014


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TEGALDLIMO – Bangunan embung air senilai Rp 2 miliar untuk penyediaan irigasi pertanian di Desa Wringin Pitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, kini sudah ambrol. Padahal, pembangunan tempat penampungan air itu baru selesai dikerjakan akhir Desember 2014 lalu.

Belum diketahui pasti penyebab longsornya tebing embung air setinggi lima meter itu. Ironisnya, embung penampung air itu belum pernah beroperasi. “Belum ada setahun. Malah belum berfungsi sudah ambrol,” ujar Paimin, 54, salah seorang  petani Desa Wringin Pitu.

Petani sangat menyayangkan ambrolnya proyek tersebut. Apalagi, mereka belum pernah menikmati proyek yang dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI itu. “Anggarannya besar, kok bisa cepat ambrol. Dibuatkan sumur bor dapat 10 titik dan sudah bisa dinikmati,” katanya.

Camat Tegaldlimo, Ahmad Laini mengatakan, proyek embung air itu merupakan bantuan dari Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen  SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Brantas tahun anggaran 2014. Membangun embung air itu telah menghabiskan dana Rp 2 miliar.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2