Evakuasi Muatan Truk Tuntas

0
218

evakuasiSeluruh Kendaraan Belum Diangkat


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Evakuasi muatan truk kapal landing craft tank (LCT) Pancar Indah yang karam di Selat Bali beberapa waktu lalu sudah dinyatakan selesai kemarin (7/7). Muatan-muatan truk tersebut sekarang sudah berada di salah satu gudang yang disediakan PT. Asuransi Jasa Raharja Putra di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Ketua tim evakuasi kapal tersebut, Poniman mengatakan, evakuasi muatan truk selesai dini hari kemarin.

Barang-barang tersebut diangkut LCT Trans Jawa dan lima unit truk Fuso. Barang tersebut diangkut dari Pelabuhan Gilimanuk pukul 03.00 dini hari. ”Tadi pagi (kemarin, Red) kami sudah serahkan kepada pihak asuransi,” ujar Poniman. Poniman mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan seluruh barang yang dievakuasi tersebut kepada pihak asuransi. 

Jumlah kerugian yang akan diganti kepada pemilik barang, menjadi hak sepenuhnya pihak asuransi. ”Itu artinya satu tugas tim evakuasi sudah diselesaikan,” imbuhnya.Sementara itu, seluruh biaya evakuasi ditanggung PT. Makmur Bersama selaku pemilik kapal LCT Pancar Indah. Sayang, pihak PT. Makmur Bersama masih belum bisa dikonfirmasi terkait karamnya salah satu kapalnya itu.

Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi datang ke kantornya sekitar pukul 09.00 kemarin, tidak ada pihak perusahaan yang bisa memberikan konfirmasi. Begitu juga saat Jawa Pos Radar Banyuwangi menyampaikan konfirmasi melalui pesan singkat dan telepon kepada direktur perusahaan tersebut sekitar pukul 09.00 kemarin, tidak ada tanggapan. Sementara itu, secara terpisah, semua truk yang terendam bersama kapal LCT Pancar Indah masih belum terangkat hingga kemarin. 

Dua alat berat yang akan didatangkan untuk mengangkat 16 unit truk itu belum tiba hingga kemarin. Alat berat yang akan digunakan mengangkat truk tersebut memiliki daya angkat 50 ton. Tim evakuasi belum bisa memastikan kapan alat berat itu tiba. Manager Operasional Pelabuhan Gilimanuk, Wahyudi Susianto, berharap proses evakuasi segera selesai. Jika kapal LCT Pancar Indah masih belum dievakuasi, tentu akan mengganggu alur penyeberangan.

”Ini tidak mengganggu alur penyeberangan secara langsung. Tapi kita minta agar sesegera mungkin diselesaikan,” ujarnya. Wahyudi menambahkan, pihaknya sangat menghargai kerja keras tim evakuasi selama ini. Menurutnya, tim sudah bekerja keras. ”Tim sudah bekerja keras. Kami sangat menghargai itu,” ujar Wahyudi.Seperti diberitakan sebelumnya, kapal LCT Pancar Indah karam di Selat Bali Rabu Malam (2/7).  

Kapal milik PT. Makmur Bersama itu miring saat mendekati Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 22.15 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, karamnya kapal pengangkut barang tersebut menimbulkan kerugian cukup banyak. Selain mengakibatkan kapal rusak, belasan truk besar dan muatannya yang diduga bernilai ratusan juta rupiah juga rusak. Informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Ketapang pukul 21.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Gilimanuk.

 Dalam pelayaran itu, kapal LCT Pancar Indah mengangkut 26 penumpang dan 9 anak buah kapal (ABK). Ketika posisi kapal 150 meter mendekati Pelabuhan Gilimanuk, kapal tersebut miring sekitar 15 derajat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Kemudian, kapal itu berangsur angsur terendam dan karam hingga kemiringan sekitar 30 derajat. Meski demikian, kapal tersebut tidak tenggelam seluruhnya. 

Sebab, kedalaman laut di lokasi kejadian hanya beberapa meter. Pada kemiringan tersebut, lunas kapal sudah menyentuh dasar laut. Manager Operasional Pelabuhan Gilimanuk, Wahyudi Susianto mengatakan, dalam manives LCT Pancar Indah tercatat muatan kapal itu  berupa 16 unit truk. Jenisnya terdiri atas 11 unit truk besar sekelas Fuso dan 5 truk besar sejenis tronton. Selain itu, manives juga mencatat kapal itu mengangkut lima unit motor. (radar)

Loading...