Galakkan Gerakan Pemuda Back To Farming

0
128
STUDI BANDING: KPM Tegaldlimo difasilitasi Camat Laini, mengunjungi KPM Silir Agung di Desa Buluagung, Siliragung.

TEGALDLIMO – Dalam era kekinian, jarang ditemukan pemuda yang mau bekerja seb- agai petani. Padahal, pekerjaan tersebut sangat mulia. Apalagi, kelak mereka akan menjadi penerus pengelola lahan pertanian yang telah diwariskan orang tuanya. Melihat situasi itu, kini ada kalangan pemuda yang getol mengajak kaum muda untuk kembali bertani.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satunya dicanangkan Kelompok Pemuda Tani (KPM) Banyuwangi selatan. KPM yang dikoordinatori Hadi Masrukhin tersebut membuat gerakan Back to Farming (kembali bertani). Yang tergabung dalam gerakan tersebut adalah pemuda putus sekolah hingga sarjana. Mereka terus menggeluti pertanian mulai buruh tani, petani sewa lahan, hingga yang punya lahan sendiri.

Mereka berkomitmen mem- bangun daerahnya sendiri dari pada harus menjadi buruh migran di negeri orang. Hal tersebut yang mengilhami mereka rela bertani yang menjadi warisan luhur bangsa. ’’Ini sebagai wujud cinta terhadap daerah sendiri,’’ ungkap koordinator KPM Wilayah Selatan, Hadi Masrukhin, kemarin. Menurut dia, dengan langkah tersebut setidaknya untuk mencegah gelombang ekspansi tenaga kerja ke luar daerah.

Padahal, Banyuwangi mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial. ‘’Selain itu, bisa menyelamatkan lahan pertanian untuk mengimbangi pesatnya industrialisasi di Banyuwangi,’’ paparnya. Dengan langkah tersebut, lanjut dia, dapat memunculkan jiwa entrepreneur muda di bidang pertanian. Sehingga bekerja menjadi petani bukan lagi gengsi.

‘’Karena itu kami mengajak pemuda untuk kembali menekuni pertanian. Ini juga untuk memperjuangkan proteksi untuk para petani Banyuwangi,’’ terangnya. Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya sudah belajar pembibitan jeruk sendiri. Sebab, selama ini bibit jeruk dipasok dari luar daerah. Seperti Yogyakarta, Tulungagung, dan Malang. ‘’Kita sudah bisa melakukan pembibitan sendiri,’’ ujarnya bangga.

Loading...

Selain itu, di wilayah selatan (Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, Pesanggaran, Siliragung, dan Cluring) sudah beragam pekerjaan yang sudah dilakoni. Antara lain, bertani buah naga, semangka, melon, sayuran (kacang panjang, bayem, gambas, timun ekspor, dll), produsen pupuk organik, peternak kambing, peternak sapi dan instalasi biogas. ’’Sekarang masih terus eksis,’’ jelasnya.

Fauzi MA, Koordinator Gerakan Back To Farming wilayah tengah, barat, dan utara menambahkan, sejauh ini muncul petani muda yang konsen pada tanaman cabai, budidaya durian, dan budidaya ikan air tawar. ‘’Juga ada yang konsen dalam makanan olahan yang merupakan produk olahan pasca panen,’’ ulasnya.

Kedepan, kata dia, pihaknya akan melakukan pelatihan pembibitan jeruk, buah naga, durian, pembibitan ikan air tawar, dan pemasyarakatan pertanian organik. ‘’Gerakan ini lahir ketika Kadispora sedang ada kegiatan lapangan dan bertemu teman-teman petani muda, yang kemudian mendorong lahirnya gerakan Back To Farming ini,’’ sebutnya.

Salah satu petani muda, Samsudin, menceritakan, awalnya dirinya menjadi buruh tani serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Dengan kondisi itu, dirinya seringkali ditawari bekerja di luar daerah. ’’Saya ditawari kerja pertambangan batubara di Kalimantan. Tapi saya gak mau,’’ cetus warga Desa Kendal Rejo, Kecamatan Tegaldlimo, itu. Pria putus sekolah tersebut lebih memilih menekuni petani.

Akhirnya, dirinya memberanikan diri mencater (menyewa ¼ lahan sawah untuk ditanami jeruk manis) yang kini telah berusia 4 tahun. ‘’Sudah tiga kali panen. Hasil panen ini rencananya untuk menyewa lahan lagi,’’ harapnya. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Drs Ahmad Khoirullah, MM mengapresiasi langkah tersebut.

Sebab, hal itu dapat mendorong pemuda untuk geliat bertani.“Saya benar- benar salut ketika bertemu dengan teman-teman muda ini. Karena itu saya dorong untuk menjadi sebuah gerakan. Sehingga lahirlah Gerakan “Back to Farming” . Semoga ini menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lain. Dengan bertani juga bisa menjadi entrepreneur. Dispora akan membantu sepenuhnya.” ungkapnya. (radar)

Loading...