Garap “Tambang Emas” Watudodol

0
215

garapBupati Anas Pimpin Rapat di Pinggir Pantai
WONGSOREJO – optimalisasi aset kembali di lakukan pemkab Bayuwangi. Kali ini sasarannya adalah Pantai Klopoan di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Pemerintah siap menggelontorkan dana hingga Rp 2 Milyar untuk menyulap objek wisata yang kini belum digarap dengan Optimal tersebut menjadi Grand Watudodol. Bupati Abdullah Azwar anas turun langsung meninjau destinasi wisata yang berlokasi di tepi jalan raya banyuwangi-situbondo tersebut kemarin (19/2).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sejumlah kepala instansi terkait, di antaranya Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Soedirman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan aset Daerah (BPKAD). Agus Siswanto, Dinas kebersihan dan Pertamanan Arief Setiawan, kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina marga dan Cipta karya Mujiono, pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas kebudayaan dan Parawisata M.Yanuarto Bramuda, dan kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan penanaman modal Abdul Kadir ikut ke lapangan mendanpingi Bupati Anas.

Selain itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono; Camat Wongsorejo, Sulistiyowati; dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Samsudin Adlawi, juga hadir dalam kesempatan tersebut. “Watudodol ini ibarat tambang emas. harus kita kelola dengan baik,” ujar Bupati Anas saat memimpin rapat di tepi pantai yang berlokasi hanya sekitar 100 meter dari Pantai Watudodol tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Bayuwangi, setelah memimpin rapat, Anas menyempatkan diri menyapa para pengunjung. Tidak hanya itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu juga melihat dari dekat kondisi Iapak pedagang kaki lima (PKL) dan berbagai sudut pantai yang diproyeksi jadi salah satu objek wisata Bumi Blambangan tersebut.

“Hari ini (kemarin) kita lihat banyak pengunjung asal luar kota yang mampir di Pantai Watudodol ini,” tuturnya. Menurut Anas, sesuai komitmen awaal, pihaknya telah memasukkan kembali PKL yang dahulu berjualan di Pantai Klopoan tersebut. PKL yang dulu berjualan di lokasi itu kini diperbolehkan kembali berjualan di Pantai Klopoan. “Cuma mereka (PKL) harus menyesuaikan ketentuan yang kita buat. Air bersih sudah kita sediakan.

Paving juga kita pasang. Tetapi, kami berharap mereka ikut mengelola. Mereka membayar air dan retribusi untuk menata tempat ini,” beber Anas. Anas menambahkan, Pantai Grand Watudodol merupakan salah satu potensi besar yang dimiliki Banyuwangi. Nanti pantai tersebut akan dibagi empat bagian. Satu bagian untuk area publik yang bisa diakses secara gratis oleh seluruh rakyat, satu bagian untuk area semi privat yang dilengkapi gazebo untuk disewakan.

Bagian ketiga dan keempat’ akan disewakan untuk dijadikan resort semi permanen. BupatiAnas mengaku, pemerintah menyiapkan dana APBD senilai Rp 2 miliar untuk penataan Grand Watudodol. Lantaran keterbatasan dana APBD, maka sebagian area Grand watudodol tersebut akan disewakan kepada pihak swasta. “Karena dana APBD terbatas, kita tidak mungkin menggarap bagian utara. maka akan kita sewakan kepada pihak suwasta.

Saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung berapa harganya,” ungkap Anas. Masih menurut Anas, pemerintah juga akan membangun play ground di kompleks Grand Watudodol. Play Ground tersebut akan dibuat seperti lapangan yang dilengkapi pasir putih, sehingga anak-anak nyaman bermain di lokasi tersebut. “Masyarakat yang tidak mampu juga bisa mengakses Grand watudodol dengan nyaman dan dengan suasana yang berbeda dengan Pantai Boom,” pungkasnya. (Radar)

Loading...