Gerak Jalan Berdarah di Singojuruh

0
482

Pemabuk Kacaukan Gerak Jalan Peserta Dilempari Batu hingga Terluka

SINGOJURUH – Lomba gerak ja lan Agustusan di wilayah Singojuruh diwarnai keributan. Tanpa sebab yang jelas, gerombolan preman bikin kekacauan saat gerak jalan dilakukan. Sejumlah regu gerak jalan menjadi sasaran. Mereka dilempari batu hingga, beberapa peserta gerak jalan mengalami luka. Yang kena teror paling parah adalah regu gerak jalan anakanak asal Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon.

Mereka diserang gerombolan pemabuk saat melintas di Dusun Wonorekso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Tak pelak, peserta gerak jalan yang dihantam batu mengalami luka serius. Bahkan, seorang staf Desa Lemahbang Kulon, Rubani, yang mengiringi regu gerak jalan menderita luka di kepala. Informasi yang diperoleh wartawan koran ini menyebutkan, tanda-tanda bakal ada gangguan dari preman itu sebenarnya sudah terlihat ketika regu gerak jalan perempuan asal Dusun Sukorejo melintas di bagian depan.

Saat itu sejumlah pemuda yang diduga sedang mabuk minuman keras mengganggu regu gerak jalan perempuan tersebut. Mereka melakukan perbuatan jahil hingga regu gerak jalan itu kabur. Tak lama kemudian, datang regu gerak jalan pria yang juga didominasi anak-anak. Kali ini sekelompok pemuda mabuk tersebut melempari regu gerak jalan itu dengan pasir. Semakin lama para preman kampung tersebut melempari regu gerak jalan itu dengan batu dan benda keras.

Hal itu menyebabkan sejumlah anak mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Melihat hal itu, Rubani, salah seorang staf desa yang mengiringi regu gerak jalan itu, sempat melerai dan menyuruh regu gerak jalan bubar barisan Ketika itu, peserta gerak jalan langsung lari tungganglanggang karena terus dilempar batu oleh gerombolan pemuda yang diduga kuat warga Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh. ”Saya melerai.

Justru saya kena hantaman batu besar sampai kepala saya berdarah ini,” aku Rubani sambil menunjukkan luka di kepalanya. Mendengar kabar itu, Kepala Desa Lemahbang Kulon, Angin Sunyoto, yang saat itu berada di garis fi nish langsung mendatangi Polsek Singojuruh dan melaporkan kejadian itu. Angin Sunyoto tak terima rombongan gerak jalan z diteror seperti itu.

Saat bersamaan,peserta gerak jalan yang mengalami luka langsung dirawat intensif di Puskesmas Singojuruh sekaligus dimintakan visum. ”Kami harap polisi menangkap pelaku penyerangan peserta gerak jalan ini,” desaknya. Sementara itu, keluarga korban penyerangan dan warga Lemahbang Kulon mengecam penyerangan regu gerak jalan tersebut. Bambang Irawan, salah seorang warga, mendesak polisi bisa menangkap pelaku.

Baca :
Owner Investasi Bodong Akhirnya Masuk Bui

”Jika dalam waktu 1×24 jam polisi tidak bisa menangkap pelaku kerusuhan, jangan salahkan warga yang akan menangkap sendiri pelaku,” ancam Bambang. Selasa sore (27/8) polisi langsung memeriksa saksi korban demi mengungkap dalang penyerangan peserta gerak jalan itu. ”Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Singojuruh AKP Maspud saat ditemui di Mapolsek Singojuruh kemarin. Pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pelemparan batu. “Nama pelaku sudah kita kantongi dan akan kita tangkap,” tegasnya. (radar)