Gerakan Masal Pengendalian Tikus

0
371
BANTUAN: Ilham Djuanda (pakai udeng) serahkan obat ke petani kemarin.
BANTUAN: Ilham Djuanda (pakai udeng) serahkan obat ke petani kemarin.
BANTUAN: Ilham Djuanda (pakai udeng) serahkan obat ke petani kemarin.

SINGOJURUH – Menyikapi gejala meluasnya serangan hama tikus, Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (DPKP) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program gerakan masal pengendalian hama tikus, kemarin. Kegiatan tersebut dipusatkan di areal lahan sawah gabungan kelompok tani Tunas Sejati di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Acara yang diikuti sekitar 60 petani tersebut dihadiri oleh Kasi Perlindungan Tanaman DPKP Ilham Djuanda. Ilham mewakili Kepala DPKP Ir. H. Ikrori Hudanto. Hadir juga Kepala Desa Sumberbaru Ir. Marsudi, Koordinator PPL, mantri tani, PPL, dan PHP Kecamatan Singojuruh. Bentuk kegiatan itu adalah penyuluhan cara pengendalian hama tikus dilanjutkan dengan praktik gerakan menggunakan rodentisida (racun pembunuh hama tikus) bantuan DPKP Banyuwangi.

Loading...

Ilham menjelaskan, berdasarkan data luas serangan hama penyakit tanaman tahun 2010-2012, diperkirakan bahwa puncak serangan hama penyakit tanaman padi terjadi pada masa peralihan. Terutama tikus dan wereng. “Pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan hingga awal-awal musim penghujan,” jelasnya. Sebagai antisipasi terjadinya ledakan serangan hama yang meluas, sejak September 2012 dilakukan gerakan “spot-stop”.

Kelompok tani melakukan gerakan sedini mungkin untuk stop terhadap tanda-tanda serangan hama tikus, wereng, dan hama-penyakit utama lainnya. Caranya dengan mengoptimalkan fasilitas bantuan Pemkab Banyuwangi berupa mesin semprot , insektisida, dan racun tikus. Dia menambahkan, tercatat pada November sampai Desember 2012 DPKP telah mengeluarkan bantuan rodentisida racun tikus sebanyak 171 boks atau 171.000 racun tikus berbentuk mercon. Racun itu digunakan untuk mengasapi lubang tikus.

Bantuan tersebut telah didistribusikan di Kecamatan Singojuruh, Sempu, Songgon, Pesanggaran, Genteng, dan Kalibaru. Juga diberikan kepada kecamatan lain yang mengajukan bantuan melalui kelompok tani dan rekomendasi petugas teknis setelah survei luas serangan. “Kepala Dinas Pertanian terus menginstruksikan agar pada Desember sampai Januari (bulanbulan puncak serangan), petugas teknis pertanian terus mendampingi kelompok tani untuk terus melakukan gerakan pengendalian,” ungkapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2