Go-Jek Resmikan Shelter “Gancang Aron” Banyuwangi

0
365


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Untuk menandai dimulainya layanan pengantaran obat bagi pasien warga miskin secara gratis, Pemkab Banyuwangi dan perusahaan pengembangan Platform Digital Go-Jek meresmikan Shelter GO-JEK “Gancang Aron” di RSUD Blambangan, Jum’at (15/12).

Program “Gancang Aron” yang dalam bahasa setempat berarti “Lekas Sembuh” ini sebelumnya di luncurkan oleh Pemerintah Daerah yang saat ini dikolaborasikan dengan GO-JEK.

Dalam sambutan singkatnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sebelumnya, pasien harus mengantre lama untuk mendapatkan obat. Lalu, pihaknya membuat program Gancang Aron sehingga mereka tidak perlu menunggu, tapi obat akan diantarkan.

“Tapi yang jadi kendala, petugas di rumah sakit sedikit. Sehingga dengan kerjasama bersama GO-JEK ini, bisa lebih mudah mengantarkan obat melalui mitra-mitra pengemudi GO-JEK, menggunakan jasa GO-SEND,” papar Bupati Anas.

Dia mengaku, inovasi sosial yang dipandu teknologi informasi ini berangkat dari masalah. Sebelumnya, pasien harus mengantre untuk mendapatkan obat. Padahal mereka sakit, namun masih harus mengantre obat.

“Sehingga dengan program ini, pasien langsung pulang dan obatnya diantar driver Go-jek yang telah dilatih khusus untuk pengiriman obat yang aman,” ungkap Bupati Anas.

Dan pihaknya telah berkoordinasi dengan apoteker dan Kementerian Kesehatan untuk program ini. Bupati Anas mengaku bangga, Banyuwangi adalah salah satu kota pertama di Indonesia yang mendapatkan peran sebagai Smart City dan dia meyakini bahwa pelayanan publik dapat berkembang dengan baik bila menggunakan teknologi.

“Kolaborasi ini jadi hal wajib yang harus dilakukan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah di masyarakat,” imbuhnya.

Selama ini, pemerintah di nilai jalan sendiri dan swasta juga jalan sendiri. Padahal, jika keduanya berkolaborasi, maka solusi untuk memudahkan warga dianggap bisa semakin cepat dihadirkan.

“Ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah merangkul inovasi sosial di masyarakat untuk memudahkan warga dan sudah tidak zamannya jalan sendiri-sendiri,” pungkas Bupati Anas.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim berharap, kolaborasi dengan Banyuwangi bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik. Secara khusus Nadiem mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang terbuka pada inovasi dan kolaborasi.

“Saya sangat antusias karena Pemkab Banyuwangi dapat melihat bagaimana teknologi bisa mendorong pelayanan publik yang sudah baik, menjadi jauh lebih baik dan menyentuh jauh lebih banyak lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Nadiem juga berharap program ini bisa memberikan inspirasi bagi banyak pihak, termasuk perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, agar bisa semakin berpartisipasi mendukung program pemerintah di berbagai sector.

“Kami inginkan apa yang dilakukan Banyuwangi ini bisa menjadi Role Model bagi daerah lain,” tutur Nadiem.

Dia menambahkan, apa yang di lakukan Pemkab Banyuwangi dan GO-JEK ini adalah program berbasis teknologi dengan fokus pada pengembangan UMKM, pelayanan kesehatan dalam bentuk pengantaran obat untuk warga kurang mampu, serta kolaborasi dengan perusahaan taksi lokal untuk penyediaan sarana transportasi publik yang lebih baik.

“Rangkaian program ini dapat mendukung Gerakan Menuju 100 Smart City yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan,” harap Nadiem.

Loading...

Baca Juga :