GULTOR LUMPUHKAN TERORIS

0
142
SIMULASI: Satgas Gultor merangsek masuk ke atas kapal Dharma Rucitra di kawasan Pelabuhan Ketapang kemarin. Dua teroris ditangkap hidup-hidup.

KALIPURO – Delapan anggota teroris berhasil dilumpuhkan prajurit Satuan Tugas Penanggulangan Teror (Satgas Gultor) Batalyon Infanteri (Yonif ) 514/Raider di kawasan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin (26/7). Berbekal senjata senyap jenis K 7 Daewo, R5, pistol US Army kaliber 11 milimeter (mm), dan senjata mesin berat (SMB), para prajurit raider tersebut merangsek masuk ke kapal motor Dharma Rucitra yang baru saja sandar di dermaga ponton Pelabuhan Ketapang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Untuk menuju kapal yang ditumpangi delapan teroris itu, para prajurit TNI-AD dibagi da lam beberapa kelompok (unit). Unit 3 dan 4 yang menggunakan dua kendaraan tak-tis (rantis) bergerak secara beriringan melalui pintu VIP pe labuhan menuju dermaga I (der maga ponton). Pada waktu ber samaan, unit 1 dan 2 yang me numpang landing craft rubber(LCR atau semacam perahu karet) yang sebelumnya sudah menanti di dermaga II, langsung merangsek melalui laut dan menyandarkan LCR tersebut di buritan kapal.

Loading...

Setelah unit 3 dan 4 rantis menguasai kapal, unit 1 dan 2 segera menaiki tangga sisi kanan kapal dan langsung melaksanakan penangkapan. Namun, upaya penangkapan tersebut tidak berjalan mudah. Sebab, para teroris melakukan perlawanan dengan me lepaskan tembakan. Berkat kesigapan personel Satgas Gultor tersebut, akhirnya be berapa teroris berhasil di tembak mati, sedangkan dua teroris yang berhasil ditangkap hidup-hidup langsung digelandang ke luar kapal.

Pertempuran sengit yang sem pat menggegerkan para penumpang kapal penyeberangan Jawa-Bali itu ternyata me rupakan skenario aplikasi serbuan kapal latihan pemantapan Raider 514. “Kegiatan hari ini adalah latihan pemantapan kemampuan raider. Materi serbuan kapal ini merupakan yang pertama kali dilakukan prajurit 514 Raider,” ujar Komandan Brigade Invanteri IX Kostrad, Letkol (Inf ) Suparlan Purwo Utomo.

Latihan tersebut digelar agar para prajurit raider me-miliki kemampuan dan referensi terkait kendala-kendala yang dihadapi apabila terjadi mobilitas teroris melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk benar-benar terjadi. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan ASDP.

Manakala benar-benar terjadi, kami selaku satuan yang dekat dengan Banyuwangi siap digerakkan,” tegas Suparlan. Hal sena da diungkapkan Ko mandan Yonif 514/Raider, Letkol (Inf ) Frans Yohanes Purba. Dia menegaskan, seluruh jajaran Yonif 514 siap mengawal NKRI dalam segala situasi dan kondisi. “Kita siap mengawal NKRI dalam situasi dan kondisi apa pun,” paparnya. (radar)

Loading...