Habisi Nyawa Istri, Istriyono Terancam Vonis Mati

0
732

Sebelum kejadian, para saksi  tidak mendengar adanya ributribut  antara terdakwa dan korban.  Terkait kabar soal utang-piutang, saksi juga tidak tahu. Untuk menguak lebih dalam kasus itu, anak korban rencananya akan dihadirkan  dalam sidang agar memberikan keterangan.

Sebab, ada dugaan bocah itu mengetahui ikhwal kasus yang membuat nyawa Sugiarti melayang. “Karena anak-anak, maka sidang akan dipisah dan tertutup,” ujar Ahmad Rasyid, hakim yang menyidangkan perkara itu. Sabtu 10 Oktober 2015 Sugiatik ditemukan meninggal secara tidak wajar.

Tubuhnya tergantung pada seutas tali di dalam kamar rumahnya di Dusun Tembakon,  Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah. Mayat tersebut kali pertama  ditemukan suaminya,  Istriyono, 42, sekitar pukul 05.30. Dalam reka ulang yang digelar polisi, ditemukan ada unsur  perencanaan dalam kasus  kematian Sugiatik.

Indikasi itu tampak dari tali tampar yang digunakan menjerat leher korban. Saat itu pelaku sengaja mempersiapkan tali dari plastik. Tali maut itu diambil dari belakang rumahnya yang sebelumnya  berfungsi sebagai tali jemuran. Tali itu sempat dibawa  masuk ke dalam rumahnya.

Setelah itu dia membangunkan anaknya, Abdul Manik, 7. Bocah yang masih berusia tujuh tahun itu dimandikan di kamar mandi  di belakang rumahnya. Saat anaknya mandi, Istriyono  mendatangi istrinya, Sugiatik,  yang sedang sakit kepala di dalam  kamar.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Polresta Banyuwangi Tangkap Pembuat Bom Ikan