Hadiri Haul Habib Hadi Sehari sebelum Wafat

0
649
MEMBELUDAK: Pelayat terpaksa naik tembok pagar rumah di tepi jalan saat mengantar jenazah alm KH Hasan Abdillah.
MEMBELUDAK: Pelayat terpaksa naik tembok pagar rumah di tepi jalan saat mengantar jenazah alm KH Hasan Abdillah.

Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren As-Shiddiqy, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, KH. Hasan Abdillah, 86, tak hanya meninggalkan duka bukan bagi keluarga. Umat Islam dan warga Banyuwangi dan sekitarnya juga merasa kehilangan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ALMARHUM KH. Hasan Abdillah bakal meninggal dunia pukul 22.45 Senin malam lalu (19/11) sebenarnya di luar dugaan banyak orang, termasuk pihak keluarga. Maklum, meski usianya sudah lanjut, kondisi fisik almarhum KH. Hasan Abdillah bisa dibilang dalam keadaan fit. Bila bicara, suaranya juga masih terdengar jelas. Empat tahun lalu, almarhum memang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Krikilan, Kecamatan Glenmore, dan RSUD Genteng.

Kala itu, KH. Hasan Abdillah terjatuh di kamar mandi. Namun, setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi almarhum kembali fit dan bisa menjalankan dakwah sebagaimana biasa. Bahkan, dua tahun lalu sempat menjalankan ibadah umrah bersama H. Salim Qomar dari Muncar. Yang terbaru, Minggu lalu (18/11) almarhum menghadiri haul Habib Hadi di Kampung Arab, Kecamatan Banyuwangi, dan memimpin tahlil  “Secara umum kondisi fisik Abah sehat.

Kalaupun agak kurang sehat, itu karena faktor usia,“ tutur putra pertama almarhum KH. Hasan Abdillah, yaitu H.  usthofa Hilmi. Satu-satunya yang menjadi keluhan hanyalah soal penglihatannya yang sudah tak begitu jelas. Terkait hal ini, 20 hari sebelum almarhum meninggal dunia, pihak keluarga sudah membawa KH. Hasan Abdillah ke sebuah rumah sakit di Surabaya untuk melakukan pemeriksaan. Namun, oleh pihak rumah sakit, almarhum disarankan pulang dan kembali lagi ke Surabaya 20 hari kemudian guna menjalani operasi katarak.

Loading...

Nah, hari ini sebenarnya jad wal Abah operasi katarak karena sudah 20 hari sejak saat itu, tapi ya ternyata sudah tak dir Abah dipanggil (wafat, Red),” tutur Gus Hilmi saat ditemui sebelum prosesi pemakaman almarhum Selasa lalu. Selama ini sosok KH. Hasan Abdillah lebih dikenal sebagai figur yang istiqamah dalam menjalani ibadah dan pengayom umat. Hal itu lebih menonjol di mata umat di banding kelebihan almarhum KH. Hasan Abdillah yang lain. Selama ini, sosok yang lahir di Kota Pasuruan 86 tahun silam tersebut banyak di kenal masyarakat secara luas karena keistiqamahan-nya atau bahasa mudahnya konsisten dalam menjalankan ibadah.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last