Harga Turun, Penjual Naik

0
436
LEBIH MURAH: Ding Ding menata cincin emas di tokonya kemarin (15/3).
BANYUWANGI – Menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM), jumlah masyarakat Banyuwangi yang menjual perhiasan emas meningkat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam satu hari, tercatat puluhan orang menjual perhiasan. Ding Ding, pemilik toko emas di Pasar Banyuwangi mengungkapkan, kemarin (15/3) tercatat 20 orang menjual perhiasan. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan pembeli perhiasan.

“Pembelinya nggak melebihi jumlah yang jual. Akhir-akhir ini seperti itu trennya,” ungkapnya kepada RaBa kemarin. Ding Ding mengatakan, tren tersebut ditengarai akibat rencana kenaikan BBM di waktu dekat ini.

Loading...

“Sepertinya gara-gara BBM mau naik. Sebelumnya tidak seperti ini,” cetusnya.
Saat ini, harga emas di Banyuwangi cenderung menurun, tapi bisa berubah dengan cepat. “Emas 24 karat, harganya Rp 485 ribu. Padahal, sebelumnya Rp 495 ribu. Besok bisa dipastikan berubah lagi,” bebernya.

Harga emas 22 karat atau berkadar 70 persen, ungkap dia, per gram dipatok Rp 370 ribu. “Sehari sebelumnya Rp 390 ribu,” imbuhnya. Harga emas muda atau berkadar 42 persen juga mengalami penurunan. Sehari sebelumnya, emas yang banyak digemari masyarakat itu berada di kisaran Rp 240 ribu.

Namun, kemarin harganya turun menjadi Rp 220 ribu. “Harganya memang mengalami penurunan meski tidak terlalu drastis,” jelasnya. Ding Ding menambahkan, meski harga emas menurun, bukan berarti jumlah pembeli meningkat. Bahkan, jika dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, jumlah pembeli emas justru turun. “Malah banyak yang jual daripada beli. Kemungkinan ya dampak kenaikan BBM,” cetusnya.  (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2