Hasil Tanah Bengkok untuk Santuni Duafa

0
196

KABAT – Sekitar seribu kaum duafa yang tinggal di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, sedang  sumringah. Bagaimana tidak, saat harga kebutuhan pokok meningkat menjelang Idul Fitri seperti saat ini, mereka malah mendapat bingkisan sembako gratis dari kepala desa (kades) setempat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kades Pakistaji, Hj. Annisatul Munadiroh mengatakan, sumber dana untuk menggelar santunan kaum duafa tersebut berasal dari penghasilan tanah bengkok (tanah kas desa, Red) jatah kades. “Tahun ini adalah pelaksanaan santunan duafa periode kelima,” ujarnya, kemarin (9/8). Meski dibanjiri calon penerima santunan, acara yang dipusatkan di Balai Desa Pakistaji tersebut tetap berjalan tertib.

Para penerima bantuan antre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako tersebut tanpa berebut saling mendahului. “Alhamdulillah. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar seorang warga. Sementara itu, di waktu tempat yang sama, H Adil Achmadiono yang tidak lain adalah suami Annisatul Munadiroh juga memberikan santunan kepada ratusan anak yatim.

Tepatnya sejumlah 200 anak yatim asal Desa Sukojati, Dadapan, Kabat, dan Pakistaji, Kecamatan Kabat. Menurut Adil, tujuan dilakukannya santunan kepada kaum duafa dan anak yatim tersebut untuk meringankan beban ekonomi mereka yang membutuhkan bantuan. “Lewat acara santunan kali ini, kita juga ingin berkumpul dan berdoa bersama anak yatim dan kaum duafa. Semoga keinginan kita masing-masing dikabulkan oleh Allah SWT,” harapnya.  (radar)

Loading...