Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Haul ke-20 Habib Shadiq Al Hadar di Banyuwangi, Syiar Ukhuwah Islamiyah Diperkuat Lewat Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan Digital

haul-ke-20-habib-shadiq-al-hadar-di-banyuwangi,-syiar-ukhuwah-islamiyah-diperkuat-lewat-pengobatan-gratis-dan-edukasi-kesehatan-digital
Haul ke-20 Habib Shadiq Al Hadar di Banyuwangi, Syiar Ukhuwah Islamiyah Diperkuat Lewat Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan Digital

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Syiar ukhuwah islamiyah kembali menggema di Banyuwangi dalam rangka peringatan Haul Al Habib Shadiq bin Muhammad Al Hadar.

Ulama asal Banyuwangi tersebut dikenang melalui rangkaian kegiatan religius dan sosial, salah satunya bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat.

Peringatan haul ke-20 ini menjadi wujud nyata perpaduan dakwah keislaman dan kepedulian terhadap kesehatan umat.

Sekitar 200 warga dari berbagai wilayah di Banyuwangi mengikuti pengobatan gratis yang digelar di Kantor Agen Elpiji Syifa Mustika Migas, Kelurahan Lateng, Sabtu (17/1) pagi.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama keluarga besar Al Habib Shadiq dengan DPC Rabithah Alawiyah Banyuwangi, serta didukung oleh 20 tenaga medis dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Malang.

Putri Al Habib Shadiq, dr. Syifa Mustika, Sp.PD-KGEH, FINASIM, turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Lavalette Malang itu melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari skrining kesehatan, konsultasi medis, hingga pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan pasien.

“Masyarakat yang hadir menjalani screening kesehatan, konsultasi medis, serta mendapatkan vitamin dan obat sesuai indikasi,” ujar dr. Syifa di sela kegiatan.

Menariknya, bakti sosial kesehatan dalam rangkaian haul tahun ini menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi digital.

Salah satunya melalui pengenalan website edukasi kesehatan bertajuk SmartGerdX.

Platform tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengenali dan mendeteksi penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) sejak dini.

Website SmartGerdX dikembangkan langsung oleh dr. Syifa Mustika dengan pendekatan berbasis kuesioner GERDQ yang telah teruji secara medis.

Melalui platform ini, masyarakat dapat melakukan penilaian awal terhadap kondisi kesehatannya secara mandiri.

“Secara umum, pengobatan lanjutan masih seperti tahun lalu. Namun, kali ini kami lengkapi dengan sosialisasi aplikasi pendeteksi GERD dan penambahan alat pemeriksaan seperti USG,” jelas dr. Syifa.


Page 2

Melalui SmartGerdX, masyarakat dapat mengakses beragam informasi seputar GERD, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, hingga langkah pencegahan dan penatalaksanaan yang tepat.

Tak hanya itu, platform tersebut juga memberikan rekomendasi lanjutan terkait tindakan medis yang perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

“Website ini memungkinkan pengguna menilai kondisi kesehatannya secara mandiri dan mendapatkan arahan awal sebelum memutuskan ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, puncak peringatan Haul ke-20 Al Habib Shadiq bin Muhammad Al Hadar digelar pada Minggu (18/1) pagi di Masjid Besar Al Hadi.

Haul tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang dan meneladani perjuangan dakwah Al Habib Shadiq, yang dikenal luas sebagai ulama berpengaruh dalam penyebaran nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia di Banyuwangi.

Rangkaian acara haul diawali dengan ziarah ke Qubah Al Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar yang dilaksanakan ba’da salat Subuh.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan majelis haul, pembacaan doa, serta tausiyah keagamaan yang diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan Al Habib Jamal bin Thoha Baagil, Pengasuh Pondok Pesantren Anwaruttaufiq, Batu, Malang, sebagai penceramah utama.

Tausiyah yang disampaikan diharapkan mampu memperkuat kecintaan umat kepada para ulama serta memperdalam pemahaman keislaman jamaah.

“Tausiyah ini menjadi sarana untuk melanjutkan legacy beliau, yakni terus melakukan syiar dan memberikan manfaat bagi umat. Kebetulan saya juga dokter, maka jalan dakwah saya salah satunya melalui dunia kesehatan,” pungkas dr. Syifa.

Peringatan Haul ke-20 Al Habib Shadiq bin Muhammad Al Hadar pun menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui lisan, tetapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Syiar ukhuwah islamiyah kembali menggema di Banyuwangi dalam rangka peringatan Haul Al Habib Shadiq bin Muhammad Al Hadar.

Ulama asal Banyuwangi tersebut dikenang melalui rangkaian kegiatan religius dan sosial, salah satunya bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat.

Peringatan haul ke-20 ini menjadi wujud nyata perpaduan dakwah keislaman dan kepedulian terhadap kesehatan umat.

Sekitar 200 warga dari berbagai wilayah di Banyuwangi mengikuti pengobatan gratis yang digelar di Kantor Agen Elpiji Syifa Mustika Migas, Kelurahan Lateng, Sabtu (17/1) pagi.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama keluarga besar Al Habib Shadiq dengan DPC Rabithah Alawiyah Banyuwangi, serta didukung oleh 20 tenaga medis dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Malang.

Putri Al Habib Shadiq, dr. Syifa Mustika, Sp.PD-KGEH, FINASIM, turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Lavalette Malang itu melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari skrining kesehatan, konsultasi medis, hingga pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan pasien.

“Masyarakat yang hadir menjalani screening kesehatan, konsultasi medis, serta mendapatkan vitamin dan obat sesuai indikasi,” ujar dr. Syifa di sela kegiatan.

Menariknya, bakti sosial kesehatan dalam rangkaian haul tahun ini menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi digital.

Salah satunya melalui pengenalan website edukasi kesehatan bertajuk SmartGerdX.

Platform tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengenali dan mendeteksi penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) sejak dini.

Website SmartGerdX dikembangkan langsung oleh dr. Syifa Mustika dengan pendekatan berbasis kuesioner GERDQ yang telah teruji secara medis.

Melalui platform ini, masyarakat dapat melakukan penilaian awal terhadap kondisi kesehatannya secara mandiri.

“Secara umum, pengobatan lanjutan masih seperti tahun lalu. Namun, kali ini kami lengkapi dengan sosialisasi aplikasi pendeteksi GERD dan penambahan alat pemeriksaan seperti USG,” jelas dr. Syifa.