Insentif untuk Guru Ngaji Cair

0
413
DIBANTU: Para guru ngaji penerima insentif di Kecamatan Wongsorejo.
DIBANTU: Para guru ngaji penerima insentif di Kecamatan Wongsorejo.
DIBANTU: Para guru ngaji penerima insentif di Kecamatan Wongsorejo.

Penerima Terbanyak di Kecamatan Wongsorejo


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

WONGSOREJO – Ribuan guru taman pendidikan alquran (TPA/TPQ) Kecamatan Wongsorejo menerima pencairan insentif tahap kedua. Pe nyerahan bantuan insentif itu dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas di halaman Kantor Kecamatan Wongsorejo Sabtu lalu (16/12). Penyerahan bantuan insentif bagi guru TPA/TPQ Kecamatan Wongsorejo dilakukan secara istimewa.

Selama ini, pencairan insentif guru TPA/TPQ dilakukan bersamaan seluruh Banyuwangi. Dalam APBD 2012, guru TPA/TPQ se Banyuwangi mendapatkan bantuan senilai Rp 8,5 miliar. Dengan dana sebesar itu, setiap guru TPA/TPQ mendapat jatah bantuan insentif sebesar Rp 500 ribu setahun. Secara global, pencairan tahap pertama sudah dilakukan pada bulan Ramadan lalu senilai Rp 6,375 miliar.

Loading...

Sedangkan untuk tahap kedua, bantuan insentif yang dicairkan sebesar Rp 2,125 miliar Pada tahap pertama bantuan yang dicairkan sebesar Rp 375 ribu, sedangkan tahap kedua Rp 125 ribu,” ungkap Kabag Kesra Pemkab, Nurul Cholili. Jumlah penerimaan insentif Kecamatan Wongsorejo paling banyak di bandingkan kecamatan lain. Jumlah penerimaan di Kecamatan Wongsorejo saja mencapai 1.078 orang. Sedangkan untuk pencairan kecamatan lainnya akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Harjaba ke 241 pada 18 Desember 2012 mendatang. “Jika dibandingkan dengan nilai pengabdian para guru TPA/TPQ, bantuan Rp 500 ribu sangat kecil,” kata Bupati Anas.

Selama ini, para guru TPA dan TPQ telah memberikan pengabdian dan dedikasi yang besar dalam mencerdaskan bangsa dan negara. Selama beberapa tahun, pemerintah tidak pernah memberikan bantuan apa pun kepada mereka. Walau tidak ada bantuan pemerintah, namun mereka tetap jalan melakukan pengabdian. “Anggap saja bantuan Rp 500 ribu sebagai jalinan silaturahmi,” tuturnya. Karena itu, Bupati Anas mengajak para guru TPA/TPQ itu untuk terus melanjutkan pengabdian untuk mencerdaskan generasi bangsa. Walau perhatian pemerintah daerah belum cukup, namun Bupati Anas berjanji untuk memperhatikan kalangan guru TPA/TPQ. “Peran guru TPA/TPQ dan guru ngaji mencerdaskan bangsa cukup besar,” katanya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2