Jajan Rumahan Kalah Kelas

0
190
LARIS: Penjual jajanan Lebaran di pasar Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon.

SONGGON – Pembuat kue tradisional tampaknya harus punya cara jitu agar jajannya laku keras di pasaran. Sebab, sejauh ini omzet jajan made in rumahan itu masih kalah jauh bila dibanding jajan pabrik. Salah satu pedagang kue, Ahmad Saikhu mengatakan, kue khusus Lebaran masih banyak didominasi produksi pabrik. Sebab, hasil olahan pabrik lebih murah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

‘’Perbandingannya hampir separo, rata-rata 60-40 persen,’’ ujar pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, itu. Selain lebih murah, kata dia, jajan pabrikan juga lebih bervariasi. Dengan begitu, bisa menarik minat pembeli. “Tapi sekali lagi sebenarnya rasanya masih lebih enak jajan olahan rumahan.” terang bapak dua anak itu kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Melihat fenomena itu, lanjut dia, para pembuat kue rumahan tidak akan mampu bertahan lama. Jika tidak mempunyai cara khusus, bukan tidak mungkin mereka akan gulung tikar. ‘’Mau tidak mau, pembuat kue rumahan harus punya cara baru. Tapi memang benar, kalau nggak punya modal banyak, pasti kalah bersaing,” ujar Saikhu. (radar)

Loading...