Jalur Gumitir Macet 23 Jam

0
250

jalurKALIBARU – Gara-gara tronton pengangkut semen mengalami patah as roda, arus lalu lintas di Jalan Raya Gunung Gumitir macet total kemarin (13/8). Tidak tanggung-tanggung, jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi itu macet hingga 23 jam. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, macetnya arus lalu lintas di perbatasan dua kabupaten tersebut bermula ketika sebuah tronton pengangkut semen patah as roda.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tronton bermuatan semen itu melaju dari Banyuwangi dengan tujuan Kabupaten Jember. Pada pukul 16.00 Selasa lalu (12/8) tronton tersebut mengalami patah as roda ketika sampai di sebuah tikungan tajam dan menanjak di sebelah barat Café Gumitir, masuk wilayah Kabupaten Jember. Begitu as patah, truk besar itu langsung mandek. Sialnya, posisi tronton bermuatan semen itu melintang di tengah jalan. Kondisi itu menyebabkan arus kendaraan dari arah barat dan timur macet total.  

Semakin lama, kendaraan dari arah barat dan timur terus menumpuk dan mengular sangat panjang. “Dari arah Banyuwangi, antrean kendaraan sampai lereng gunung, tepatnya di sebelah barat Hotel Kalibaru Cottage,” jelas Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Bari melalui Kanitlantas Ipda Lipur. Mengantisipasi agar kendaraan tidak terus mengular, polisi memutuskan arus lalu lintas dari Pelabuhan Ketapang yang hendak menuju Kabupaten Jember dialihkan melalui jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) di Kabupaten Situbondo.

Selain itu, polisi juga melarang semua kendaraan besar, khususnya truk pengangkut tebu dari Banyuwangi Selatan, melintas. Truk-truk pengangkut tebu diminta berhenti dan menepi di lereng Gunung Gumitir. Truk tebu dan kendaraan berat lain juga diminta parkir di sekitar jembatan timbang, Kecamatan Kalibaru. Bahkan, sebagian truk pengangkut tebu ada yang memilih parkir di SPBU Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, dan di SPBU Desa Tegalharjo di Kecamatan Glenmore.  

Sementara itu, arus lalu lintas di perbatasan Banyuwangi-Jember berangsur membaik sekitar pukul 10.00 kemarin (13/8). Meski begitu, petugas masih memberlakukan sistem buka-tutup di jalur Gunung Gumitir tersebut. “Sekarang sudah mulai lancar, jadi kita tinggal,” kata anggota Polantas Polsek Kalibaru, Aipda Yulianto, siang kemarin. Sementara itu, dampak kemacetan di Gunung Gumitir itu juga dirasakan para pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi di wilayah Banyuwangi.

Sebab, armada truk Jawa Pos Ekspedisi Mandiri yang mengirim koran ke Banyuwangi terjebak kemacetan di Gunung Gumitir. Akibatnya, pengiriman koran terlambat hingga siang hari. ‘’Distribusi koran di Situbondo tidak masalah, sedangkan yang wilayah Banyuwangi terlambat. Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. Semoga ke depan bisa lebih baik,” ujar Gerda Sukarno Prayudha, bagian pemasaran Jawa Pos Radar Banyuwangi. (radar)

Loading...