Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Profil Muhammad Fikri Thobari: Perjalanan Pengusaha Properti Jadi Bupati Rejang Lebong hingga Terjaring OTT KPK

profil-muhammad-fikri-thobari:-perjalanan-pengusaha-properti-jadi-bupati-rejang-lebong-hingga-terjaring-ott-kpk
Profil Muhammad Fikri Thobari: Perjalanan Pengusaha Properti Jadi Bupati Rejang Lebong hingga Terjaring OTT KPK

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nama Muhammad Fikri Thobari mendadak menjadi sorotan publik nasional setelah dirinya terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Bengkulu pada awal Maret 2026.

Penindakan tersebut mengejutkan banyak pihak karena Fikri merupakan kepala daerah yang baru menjabat sekitar satu tahun sebagai Bupati Rejang Lebong.

Sosok yang dikenal sebagai pengusaha properti dan kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu sebelumnya memiliki perjalanan panjang di dunia bisnis, organisasi, hingga politik sebelum akhirnya berhasil memimpin daerah tersebut.

Muhammad Fikri Thobari resmi menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong periode 2025–2030 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada 20 Februari 2025.

Ia memenangkan kontestasi Pilkada Rejang Lebong 2024 bersama pasangannya Hendri.

Dalam pemilihan tersebut, pasangan ini berhasil meraih 63.691 suara atau sekitar 44,07 persen dari total suara sah, mengungguli pasangan kandidat lainnya.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai puncak perjalanan politik Fikri setelah sebelumnya sempat gagal dalam Pilkada Rejang Lebong 2019.

Lahir di Baturaja, Besar di Bengkulu

Muhammad Fikri Thobari lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, pada 4 Februari 1981. Meski lahir di Sumatera Selatan, ia tumbuh dan menempuh pendidikan di wilayah Curup, Bengkulu.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 04 Nakau dan lulus pada 1992. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 02 Curup dan menyelesaikannya pada 1995.

Pendidikan menengah atasnya ditempuh di MAN 2 Curup hingga lulus pada 1998.

Untuk pendidikan tinggi, Fikri meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada tahun 2006.

Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Prof Dr Hazairin pada tahun 2023.

Latar belakang akademik tersebut memperkuat fondasinya dalam bidang ekonomi, manajemen, serta administrasi pemerintahan.

Karier Bisnis dan Dunia Organisasi

Sebelum dikenal sebagai politikus, Fikri lebih dulu aktif di dunia usaha, khususnya di sektor properti dan pengembangan perumahan.

Sumber: Dari berbagai sumber


Page 2

Profil Muhammad Fikri Thobari: Perjalanan Pengusaha Properti Jadi Bupati Rejang Lebong hingga Terjaring OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:00 WIB


Page 3

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan perumahan. Melalui perusahaan tersebut, Fikri terlibat dalam pembangunan berbagai proyek properti di wilayah Bengkulu.

Di dunia organisasi, ia juga cukup aktif. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Sekretaris Business Development Service STIM AMKOP Palembang (2002–2004)
  • Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup (2014–2016)
  • Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu (2016–2019)
  • Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Bengkulu sejak 2019
  • Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Permukiman DPP Himperra periode 2024–2028

Selain itu, ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2021.

Karier Politik di PAN

Perjalanan politik Fikri dimulai ketika ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah PAN Kabupaten Rejang Lebong pada 2019.

Pada tahun yang sama, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Rejang Lebong dalam Pilkada 2019. Namun, langkahnya saat itu belum berhasil mengantarkannya ke kursi kepala daerah.

Tidak menyerah, Fikri kembali maju dalam Pilkada Rejang Lebong 2024. Kali ini ia menggandeng Hendri sebagai calon wakil bupati.

Pasangan tersebut akhirnya berhasil memenangkan pemilihan dan membawa Fikri menjadi Bupati Rejang Lebong periode 2025–2029.

Harta Kekayaan Rp19,5 Miliar

Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 2024, Fikri tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp19,53 miliar.

Aset tersebut terdiri dari:

  • 14 bidang tanah dan bangunan di Bengkulu dan Kepahiang senilai sekitar Rp14,6 miliar
  • Dua kendaraan, yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Eclipse Cross senilai Rp900 juta
  • Harta bergerak lainnya sekitar Rp45 juta
  • Kas dan setara kas sebesar Rp7,23 miliar
  • Harta lainnya senilai Rp9,7 miliar

Namun total kekayaan tersebut berkurang setelah dikurangi utang sebesar Rp12,94 miliar.

Terjaring OTT KPK di Bengkulu

Nama Fikri kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Bengkulu pada Maret 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa tim penyelidik melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut adalah Bupati Rejang Lebong.

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak lain serta menyita uang tunai yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah penindakan dilakukan, Fikri bersama pihak lain yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik KPK.

Sumber: Dari berbagai sumber